HOME   > LTF INDONESIANA  > -TERMEHEK - MEHEK >   2. Tuhan Tidak Konsisten

 
 

  2. Tuhan Tidak Konsisten


Pulan, mampir ke pantai sebelum pulang ke rumahnya ketika dia kembali dari sawah menyabit rumput. Ternyata disana ada sebuah perahu kecil yang tertambat pada pohon mangrove. " Itu perahu si Mali, mengapa tidak dibawa pulang , kok ditinggal disini.?" gumannya. " Akan lebih baik kucoba mengemudikannya".

Tanpa pikir panjang si Pulan merengkuh dayung melaju ketengah sendirian. " Enak benar naik perahu kecil disaat air laut tenang". Karena asyiknya ternyata si Pulan sudah jauh ketengah laut, cukup jauh dari pantai.

Tiba tiba si Pulan terkejut ."badai, aduh kenapa kau datang tiba tiba". Belum selesai si Pulan berkata kata sendiri, perahu sudah berputar bahkan hampir terbalik terhantam angin kencang. Dengan kemampuan tenaga yang dimiliki, ia berusaha mencari keseimbangan agar tetap stabil. Merasa sangat kualahan, Pulan berdoa ."Oh Tuhan , selamatkanlah saya sampai kedarat. Jika permohonan ku ini Kau kabulkan akan ku sedekahkan seluruh harta milikku untuk orang miskin."

Baru selesai berdoa demikian, angin yang bertiup kencang, sedikit berkurang. Perahu kecil Pulan berguncang tapi tidak sedahsyat sebelumnya. Setelah berhasil membelokan arah ke darat dan berusaha menjaga keseimbangannya tampak olehnya daratan bibir pantai semakin dekat. Pulan berdoa lagi ."Oh Tuhan Selamatkanlah saya sampai kedarat. Jika permohonanku ini kau kabulkan akan ku sedekahkan seluruh ternak ternakku untuk orang miskin".

Posisi Pulan semakin lama semakin mendekati garis pantai.Hatinya mulai agak tenang, maka dia berdoa lagi, "Oh Tuhan, selamatkan saya sampai kedarat.Jika permohonan ku ini Kau kabulkan akan kusedekahkan seluruh telur telur ayamku untuk orang orang miskin".
Ternyata akhirnya Pulan sampai juga ke daratan.Segera ia meloncat dan berkata "terima kasih Tuhan Kau telah selamatkan aku, berkatilah aku dan karuniailah aku harta yang banyak, ternak yang melimpah, terima kasih tuhan, sampai jumpa lagi Tuhan".

Bergegaslah si Pulan pulang ke rumah. dari kejauhan Pulan melihat kepulan asap, setelah dekat barulah Pulan mengetahui bahwa rumahnya mengalami kebakaran. 
Spontan saja Pulan mengadu kepada Tuhan

"OH TUHAN , KENAPA KAU JADIkAN RUMAHKU TERBAKAR. JANGAN KAU CAMPUR ADUKAN URUSAN KITA TUHAN... DI LAUT YA DI LAUT.... INIKAN DI DARAT, LAIN TUHAN...., KAU KAN..MAHA TAHU... TUHAN ......." (@ar-bh)

 

 

 

PT. LTF Indonesia

Pilihan Bahasa