HOME   > PERFORMANCE  > C.Sistem Manajemen

 
 

C.Sistem Manajemen


 

Sesuai dengan Visi kami yaitu memegang teguh komitmen untuk melaksanakan kegiatan usaha yang kompetitif dan menguntungkan menuju pertumbuhan usaha yang berkesinambungan dan Misi  kami yaituberperan serta dalam pembangunan  dengan  melaksanakan kegiatan usaha dibidang property,  pengelolaan  gedung, jasa konstruksi,  perdagangan  dan usaha lainnya dan juga memberikan pelayanan bagi pelanggan dengan kondisi yang lebih baik, kompetitif dan saling menguntungkan.

Termasuk juga menyelaraskan pertumbuhan usaha yang terus meningkat untuk menjamin kesinambungan usaha dengan menempatkan sumber daya manusia sebagai aset perusahaan, sertamenunjang program pengembangan dana pemilik saham/ investor.

           
Atas dasar Visi dan Misi  kami tersebut diatas, kami  mempunyai  Motto    memberikan pelayanan yang terbaik. mengacu atas perkembangan dunia usaha di Indonesia maupun dunia International yang kompetitif, menuntut kami membentuk System Manajemen yang Prosedural, Efektif dan Termonitoring  dg baik,  yg pada akhirnya saling menguntungkan kedua belah pihak, baik dari kami sebagai pemberi jasa maupun pihak client kami sebagai penerima jasa.
 
Adapun System Manajemen yang kami lakukan mengacu pada System Quality Manajemen yaitu ISO 9001 dan system  SAFETY AND SECURITY PLAN di Lapangan, dengan perincian sbb : 
 
 

1.  Manajemen ISO 9001 

PT. LTF , mengacu pada Manajemen ISO 9001 dengan perincian sbb:

 

A. AKUNTANSI & KEUANGAN

 
A.1 PETA BISNIS PROSES AKUNTANSI & KEUANGAN
 
A.2 UMUM
 
Untuk memastikan bahwa proses pembayaran dan penagihan serta laporan keuangan maupun perpajakan dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu, serta menjamin tidak terjadinya penurunan mutu atau kerusakan terhadap barang selama proses penanganan, penyimpanan dan pengeluaran maka telah ditunjuk sebagai penanggung jawab adalah departemen Finance dan Accounting (FAC).
 
A.3 PROSES BILLING
 
Untuk memastikan proses penagihan ke tenant berjalan dengan benar, maka perusahaan akan membuat invoice dan melakukan monitoring terhadap pembayaran dari customer sesuai dengan tanggal jatuh tempo invoice yang telah ditetapkan.
 
Dokumen terkait :
1. Rencana SMM Proses Billing
 
A.4 PROSES CASH FLOW
 
Dana yang diterima dari tenant akan dicek untuk dipastikan bahwa dana tersebut sudah diterima perusahaan. Pembayaran akan dilakukan berdasarkan dokumen pendukung yang valid serta telah diperiksa dan disetujui oleh Chief FAC.
 
Dokumen terkait :
1.    Rencana SMM Proses Cash Inflow
2.    Rencana SMM Proses Cash Outflow
 
A.5 PROSES BUDGET
 
Finance Accounting bertanggung jawab untuk membuat rencana budget bulanan dan tahunan berdasarkan data-data dari setiap departemen. Budget yang dibuat akan diperiksa dan disetujui oleh EM/AM yang kemudian diverifikasi oleh CM.
 
Dokumen terkait :
1. Rencana SMM Proses Budget
 
 
 
A.6 PROSES REPORTING KEUANGAN
 
Untuk memastikan sumber dan penggunaan dana secara optimal dan rencana kerja terlaksana secara efektif dan efisien yang dapat mencerminkan posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan, maka FAC bertanggung jawab membuat laporan keuangan yang menyajikan angka-angka yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan oleh pihak-pihak terkait. Laporan keuangan yang dibuat akan didistribusikan oleh FAC Holding melalui data General Ledger PHA & MAA.
 
Dokumen terkait :
1. Rencana SMM Proses Pelaporan Keuangan
 
A.7 PROSES INVENTORY
 
Barang dari supplier akan diterima oleh storekeeper (SK) untuk kemudian dilakukan pengecekan untuk memastikan kesesuaian barang dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
 
Untuk memastikan bahwa barang dalam kondisi baik sebelum diserahkan ke departemen terkait atau pada saat dibutuhkan, maka disiapkan tempat penyimpanan barang jadi dengan pembagian area yang teridentifikasi. Penyusunan barang jadi berdasarkan jenis dan nama barang sesuai dengan lay out.
 
Selama proses penyimpanan harus dipastikan bahwa barang  tetap tersimpan dengan baik (fisik, mutu dan kebersihan), aman, mudah diidentifikasi dan dicari, maka SK melakukan pencatatan, pemantauan, baik kondisi barang maupun lingkungan, melakukan stock opname dan cara penyimpanan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
 
Pengeluaran barang didasarkan atas Material/Service Request Slip dan akan dibuatkan Issuance Slip. Setiap pengeluaran barang akan dicatat pada program inventory.
 
Untuk memastikan akurasi data dan kesesuaian barang yang ada di gudang dengan data stock computer/kartu stock, maka dilakukan proses stock opname setiap 3 bulan.
 
Dokumen terkait :
1.    Rencana SMM Proses Inventory
2.    Rencana SMM Proses Stock Opname
3.    Prosedur Inventory
4.    Prosedur Stock Opname
 
A.8 PROSES TAX
 
Seluruh dokumen/data pajak tiap bulannya akan diperiksa keakuratannya untuk kemudian dilakukan pembayaran pajak. Semua data perpajakan akan dikumpulkan untuk dibuatkan laporan pajak setiap bulannya.
 
Dokumen terkait :
1. Rencana SMM ProsesTax
 

B. PROJECT

 

B.1 PETA BISNIS PROSES PROJECT 
 
 
Untuk meningkatkan pelayanan kepada tenant maka diperlukan pengembangan dan pembangunan fasilitas-fasilitas yang menunjang. Dalam proses penambahan/pembangunan fasilitas diperlukan kegiatan feasibility study terlebih dahulu agar sesuai dengan business plan yang direncanakan. Agar pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar maka ditunjuk sebagai penanggung jawab adalah departemen project holding (PRJ)
 
 
B.3 PROSES PERENCANAAN DESAIN
 
Project Coordinator (PC) dibantu oleh Asisten PC (APC) dan Landscape Archirtect (LDA) akan mempersiapkan rencana untuk setiap desain yang ditangani. Data-data yang diterima (sket dan spesifikasi), standar desain yang berlaku, peraturan/ketentuan pemerintah setempat merupakan input dalam menghasilkan basic desain yang dibuat oleh konsultan desain.
 
Basic desain yang telah disetujui Presiden Direktur/Direktur akan diproses lanjut untuk mendapatkan final desain berupa gambar-gambar struktur, arsitektur atau landscape dan spesifikasi. Hasil final desain yang disetujui diberi identifikasi berupa tandatangan dan cap approved dari PC/APC.
 
Hasil desain harus memenuhi persyaratan desain dan sebelum diloloskan maka harus dilakukan review terhadap hasil desain tersebut. Pada tahap tertentu dari desain, dilaksanakan verifikasi desain untuk memastikan hasil desain memenuhi persyaratan masukan desain. 
    
Validasi desain dilakukan untuk menjamin bahwa fasilitas yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan dan persyaratan yang telah ditetapkan. 
 
Seluruh perubahan desain atau modifikasi desain diidentifikasikan, ditinjau dan dan disetujui oleh pihak yang berwenang sebelum direalisasikan.
 
Gambar-gambar teknik meliputi gambar kerja (shop drawing) dan as built drawing. Penomoran gambar mengikuti ketentuan yang berlaku di perusahaan atau sesuai dengan kesepatan dengan konsultan desain. Pengendalian dilakukan dengan membuat daftar gambar kerja dan daftar distribusi gambar kerja. Gambar-gambar kerja dengan stempel “For Construction” didistribusikan kepada pengawas maupun kontraktor dimana gambar-gambar tersebut dibutuhkan.
 
Gambar yang mengalami perubahan akan diidentifikasi dan gambar yang sudah tidak berlaku akan ditarik atau dihindari dari penggunaan.
 
 
Dokumen terkait :
1.    Rencana SMM Project PT. LTF
2.    Prosedur Pengendalian Desain
3.    Prosedur Pengendalian Gambar Teknik
    
 
B.4 PROSES KONSTRUKSI DAN KEBERSIHAN PROYEK/UMUM
 
Untuk memastikan fasilitas yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dan sesuai dengan mutu dan waktu yang telah ditentukan, maka PC/EM/AM bertanggung jawab untuk mengontrol kualitas dan skedul serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait selama proses konstruksi.
 
Setelah fasilitas selesai dibangun, Manajemen Konstruksi yang ditunjuk atau inhouse akan melakukan pemeriksaan akhir sebelum dibuatkan berita acara.
 
Untuk memastikan lingkungan gedung dalam kondisi bersih dan hijau, maka project bertanggung jawab membuat rencana kerja dan jadwal permbersihan. Hasil kegiatan akan dicek dengan menggunakan checklist yang tersedia.
 
Dokumen terkait :
1.    Prosedur Pengendalian Proses Konstruksi
2.    Prosedur Pengendalian Kebersihan Proyek/Umum
 
B.5 PROSES SELEKSI DAN EVALUASI SUBKONTRAKTOR
 
Untuk semua kegiatan yang tidak dilakukan inhouse meliputi : feasibility study, desain, pembangunan, manajemen konstruksi dan quantity surveyor; maka PC akan menunjuk konsultan yang sesuai dengan kegiatan tersebut dan yang sudah masuk dalam Daftar Konsultan Resmi. 
 
Untuk memastikan bahwa pengadaan jasa konsultan dan kontraktor sesuai dengan persyaratan, maka perusahaan melakukan seleksi dan evaluasi terhadap konsultan dan kontraktor yang mampu memenuhi kriteria dengan metode verifikasi.
 
Dokumen terkait :
1.    Prosedur Pengadaan Jasa Feasibility Study
2.    Prosedur Pengadaan Jasa Konsultan Desain
3.    Prosedur Pengadaan Jasa Manajemen Konstruksi
4.    Prosedur Pengadaan Jasa Quantity Surveyor
5.    Prosedur Pengadaan Jasa Kontraktor
 
 

C. HUMAN RESOURCES DIVISION

 
 
C.1     PETA BISNIS PROSES HUMAN RESOURCES 
 
C.2     UMUM
 
Untuk memastikan proses pengembangan dan administrasi sumber daya manusia berjalan dengan baik pada setiap unit, maka ditunjuk HRD  sebagai penanggung jawabnya.
 
 
C.3     PROSES REPORTING
 
Untuk memastikan proses pelaporan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan sumber daya manusia di unit berjalan dengan lancar, maka setiap bulannya chief HRD akan menyerahkan laporan bulanan kepada HRD  untuk dianalisa dan evaluasi sistem pelaporannya.
 
Dokumen terkait :
1. Rencana SMM Reporting Proses
 
C.4     PROSES MONITORING
 
Berdasarkan laporan bulanan dari HRD , akan memonitor kegiatan HRD dan melakukan identifikasi permasalahan yang ada. Jika ditemukan masalah akan dilakukan tindakan perbaikan untuk kemudian ditindaklanjuti.
 
Dokumen terkait :
1.    Rencana SMM Monitoring Proses
 
 
C.5 PROSES AUDIT
 
Untuk memastikan proses yang ada di HRD  berjalan sesuai dengan prosedur/standar yang telah ditetapkan, maka HRD akan melakukan audit terhadap kegiatan-kegiatan yang ada secara berkala.
 
Hasil audit akan disampaikan ke unit untuk diperbaiki dan dilakukan verifikasi keefektifan terhadap tindakan tersebut. HRD  bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi terhadap keefektifan proses audit yang dilakukan.
 
Dokumen terkait :
1.    Rencana SMM Audit Proses
 
C. 6 PROSES HRD 
 
Untuk program/ aktivitas HRD unit dalam bentuk pengajuan proposal harus mendapatkan persetujuan dari HRD  sebelum dilaksanakan. HRD  akan melakukan verifikasi untuk kemudian disetujui oleh Presiden Direktur.
 
HRD holding akan memonitoring pelaksanaan proposal tersebut untuk memastikan kesesuaiannya.
 
Dokumen terkait :
1.    Rencana SMM  HRD Activity Process.
 
 

D. FINANCE & ACCOUNTING

 
 
D.1    PETA BISNIS PROSES FINANCE & ACCOUNTING PUSAT
 
D.2 UMUM
 
Untuk memastikan kelancaran bisnis perusahaan berjalan dengan baik serta pengelolaan dana yang efektif pada setiap unit, maka ditunjuk Finance & Accounting  (FAC) PUSAT sebagai penanggung jawabnya.
 
 
D.3     PROSES REPORTING
 
Untuk memastikan ketersediaan dana dan proses cashflow di unit sesuai, maka setiap bulannya chief FAC masing-masing unit akan menyerahkan laporan bulanan kepada FAC PUSAT untuk diperiksa kebenarannya dan evaluasi sistem pelaporannya.
 
Dokumen terkait :
1. Rencana SMM Reporting Proses
 
 
D.4 PROSES MONITORING
 
Berdasarkan laporan bulanan dari FAC unit, FAC PUSAT akan memonitor fungsi dan kegiatan FAC unit serta melakukan identifikasi permasalahan yang ada. Jika ditemukan masalah akan dilakukan tindakan perbaikan untuk kemudian ditindaklanjuti.
 
Dokumen terkait :
1.    Rencana SMM Monitoring Proses
 
 
D.5 PROSES AUDIT PUSAT
 
Untuk memastikan efisiensi, kewajaran dan validitas transaksi pengeluaran uang, maka FAC PUSAT akan melakukan audit terhadap cashflow triwulan secara berkala.
 
Hasil audit akan disampaikan ke Presiden Direktur dan ke unit untuk diperbaiki jika terdapat ketidaksesuaian. FAC PUSAT akan melakukan verifikasi keefektifan terhadap tindakan tersebut serta melakukan evaluasi terhadap keefektifan proses audit yang dilakukan.
 
Dokumen terkait :
1. Rencana SMM Audit Proses
 
D.6 PROSES FINANCIAL 
 
Untuk transaksi keuangan tertentu yang berhubungan dengan holding/group, maka diperlukan persetujuan dari FAC PUSAT sebelum dilaksanakan. Permohonan akan diserahkan ke Commercial Manager (CM) dan Presiden Direktur untuk persetujuan.  CM akan memonitor pelaksanaan kegiatan tersebut untuk memastikan kesesuaiannya.
 
Dokumen terkait :
1. Rencana SMM PUSAT Finance & Accounting Activity Proses
 
 

E. QUALITY ASSURANCE.

 
 
E.1 PETA BISNIS PROSES QUALITY ASSURANCE
 
E.2 UMUM
 
Proses ini bertujuan untuk memastikan terjadinya perbaikan terus menerus pada sistem manajemen mutu yang diterapkan, terkendalinya dokumen dan catatan mutu yang mendukung dan pengukuran terhadap kepuasan pelanggan. Agar proses perbaikan terus menerus dapat berjalan dengan baik, telah ditunjuk sebagai penanggung jawab adalah Quality Assurance Manager (QA Manager).
 
 
E.3 PENGENDALIAN DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU
 
Sekretariat bertanggung jawab untuk koordinasi dalam penerbitan dan pengendalian dokumen sistem manajemen mutu. Untuk memudahkan pengelompokan dan penelusurannya, setiap dokumen diidentifikasi dengan pemberian judul dan/atau nomor sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dicatat dalam suatu daftar induk dokumen.
 
Untuk mengendalikan dokomen diberikan beberapa status, yaitu :
 
  1. Original dokumen, yaitu dokumen asli yang disimpan oleh QA Manager/Sekretariat. Setiap original dokumen diberi tanda stempel “ORIGINAL” pada setiap halaman dokumen.
  2. Controlled dokumen, yaitu copy dari original dokumen dan didistribusikan ke bagian yang membutuhkan dokumen tersebut serta dikendalikan. Setiap ada perubahan pada original dokumen, maka pemengang dari controlled dokumen akan diberikan copy yang baru, sedangkan copy yang lama akan ditarik dari peredaran. Setiap copy dokumen yang dikendalikan diberi stempel “COPY” pada halaman dokumen.
  3. Uncontrolled dokumen, yaitu copy dari original dokumen yang tidak dikendalikan, yang berarti jika tejadi perubahan maka pemegang copy dokumen ini tidak perlu diberikan copy yang terbaru. Setiap dokumen yang tidak dikendalikan, diberi stempel “INFORMATION ONLY” pada halaman dokumen. 
  4. Obsolete dokumen, yaitu original dokumen yang sudah kadaluarsa, dalam arti sudah ada revisi terbaru. Original dokumen yang sudah kadaluarsa, dipisahkan dalam arsip tersendiri dan diberi stempel “OBSOLETE” pada setiap halaman dokumen.
Untuk perubahan atau revisi pada manual mutu akan dilakukan dengan menarik/merevisi bagian atau manual mutu yang mengalami perubahan dan mencetak miring serta dicatat pada bagian status dan sejarah revisi. 
 
Dokumen eksternal dikendalikan oleh masing-masing departemen dengan membuat daftar dokumen eksternal. 
 
 
Dokumen terkait :
1.     Prosedur Pengendalian Dokumen
 
E.4 PENGENDALIAN CATATAN
 
Untuk memastikan catatan mutu tetap terpelihara selama masa penyimpannya maka perusahaan membuat prosedur yang mengatur tata cara penyimpanannya. Setiap catatan mutu teridentifikasi masa simpannya, penyimpannya dan cara penyimpannya dalam daftar catatan mutu untuk memudahan pemantauannya. 
 
Bila masa retensi penyimpanan catatan sudah berakhir dan tidak dibutuhkan lagi maka catatan dapat dimusnahkan.
 
Dokumen terkait :
1.    Prosedur Pengendalian Catatan 
 
 
E.5 AUDIT MUTU INTERNAL
 
Untuk memastikan sistem manajemen mutu diterapkan secara konsisten, maka perusahaan melakukan audit mutu internal yang terjadwal secara periodik dan terencana.
 
Pada pelaksanaan audit diterbitkan laporan audit yang berisi temuan-temuan selama audit. Ketidaksesuaian yang ditemukan ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan dan pencegahan. Pelaksanaan tindakan perbaikan dan pencegahan diverifikasi oleh suatu tindak lanjut yang dicatat dalam “Non-Conformance Report”.
 
Dokumen terkait :
1. Prosedur Internal Audit
 
 
E.6 PENGENDALIAN PEKERJAAN YANG TIDAK SESUAI
 
Untuk menghindari pelayanan jasa yang tidak sesuai dengan spesifikasi diberikan ke tenanat, maka akan dicatat dalam Laporqan LK3 untuk ditindak lanjuti. Sedangkan untuk pekerjaan yang tidak sesuai dan telah diserahkan ke tenant maka QA Manager akan menerbitkan Corrective Action Request untuk dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan oleh departemen terkait.
 
Untuk semua pekerjaan yang telah diperbaiki/ditangani akan diperiksa ulang untuk menjamin bahwa pekerjaan tersebut sesuai dengan spesifikasi/standar yang telah ditetapkan.
 
 
Dokumen terkait :
1. Prosedur Pengendalian Pekerjaan Tidak Sesuai
 
 
E.7 TINJAUAN MANAJEMEN
 
Untuk memastikan sistem manajemen mutu sudah memenuhi persyaratan ISO 9001 dan diterapkan secara efektif dan efisien, maka perusahaan mengadakan tinjauan manajemen yang terencana dan terjadwal secara periodik dan dipimpin oleh manajemen puncak serta dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen departemen lainnya.
 
Tinjauan manajemen ini dilaksanakan dengan mengunakan bahan input yang berupa laporan kinerja antara lain hasil audit, umpan balik dari pelanggan, kinerja proses dan kesesuaian pelayanan jasa, tindakan perbaikan dan pencegahan, serta rekomendasi untuk peningkatan sistem manajemen mutu untuk kemudian ditinjau dan dianalisis. 
 
Hasil dari rapat tinjauan manajemen yang berupa peningkatan keefektifan sistem manajemen mutu termasuk perbaikan pelayanan jasa dan kebutuhan sumber daya dituangkan dalam sebuah atau beberapa kesimpulan dan rencana tindak lanjut yang berbentuk notulen. QA Manager bertanggung jawab memonitor tindak lanjut hasil rapat tinjauan manajemen.
 
Dokumen terkait :
1. Prosedur Tinjauan Manajemen
 
 
E.8 TINDAKAN PERBAIKAN DAN PENCEGAHAN
 
Untuk memastikan terlaksananya kegiatan perbaikan dan pencegahan dengan efektif, maka perusahaan mempelajari input data yang berasal dari pelanggan, hasil audit dan tinjauan manajemen ataupun sumber lainnya (ketidaksesuaian pekerjaan atau proses) untuk diidentifikasi permasalahan yang timbul atau berpotensial untuk timbul. Kemudian dicari akar penyebabnya dan dibuatkan rencana untuk tindakan perbaikan dan pencegahan. Untuk setiap ketidaksesuaian yang membutuhkan perbaikan dan pencegahan dievaluasi untuk menjadi masukan dalam peningkatan penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001.
 
Setelah tindakan perbaikan dan pencegahan dilaksanakan, maka dilakukan verifikasi untuk mengetahui hasil keefektifan dari tindakan perbaikan dan pencegahan tersebut.
 
Dokumen terkait :
1.    Prosedur Tindakan Perbaikan
2.    Prosedur Tindakan Pencegahan
 
 
E.9 ANALISA DATA DAN PENINGKATAN
 
Dalam memelihara pemenuhan persyaratan yang ditetapkan atau untuk melakukan peningkatan maka dilakukan analisis terhadap data-data yang ada dengan menggunakan teknik statistik yang sesuai. 
 
Pelaksanaan teknik statistik dimulai dari pengumpulan data dan menganalisis data-data tersebut untuk dibuat informasi sebagai input untuk melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan atau penyempurnaan bilamana perlu serta pencapaian sasaran mutu.
 
Dokumen terkait :
1.    Prosedur Analisa Data dan Teknik Statistik.
 
 

2.  Safety and Security


 

SAFETY AND SECURITY PLAN


 

 photo P0310559-1.jpg

 
PROJECT OF.
( Project name:………………………………………)
CONTRACTOR : PT.LTF
SAFETY & HEALTH OF WORK, ENVIRONMENTAL AND SECURITY.
 
INDIVIDUAL.
 
GENERAL
 
1.  Prohibited to gamble in (Project Name:………………………………………..)
2.  Prohibited to operate machine, facility or vehicle property of people / contractor.
3.  Prohibited removing facility property of (Owner name:…….) without (owner name:                          …………….) permission.
4.  Have to constantly within area work and do not be agreed other at one's post without clear           target or assignation.
5.  Contractor employees in concerned fight will be prohibited to work in(Owner name:                        …….) return.
6.  Contractor employees have to obey limitation of speed run vehicle elapsing.
7.  Prohibited to bring firearm or sharply able to endanger others except hoe, and hammer of            blencong.
 
SMOKE.
 
1.   Smoke only enabled in smoking room
 
2.   Contractor employees knew to smoke in area of prohibition smoking will be given maximal           coherent dubious and do  not be enabled to enter area project through contractor                         management.
 
FORBIDDEN DRUG (ILLEGAL)
 
Contractor will inform its employees and sub-cont employees, that:
 
1.  Usage, ownership, sale, or purchasing of drugs / goods of illegal in (Owner name:…….) area       is prohibited. Dubious to trespasser is do not be enabled to work again in area project.
 
2.  Every employees which working and anticipated in a state of affecting forbidden drug do not         be permitted to work and released from(Owner name:…….).
 
ALCOHOL.
 
1. Every employees which is working and anticipated in a state of affecting grog do not be                 permitted to work and released from(Owner name:…….).
2. Prohibited to bring or drink grog in (Owner name:…….) area, including vehicle park place.
 
 
APPLIANCE PROTECTOR
 
 
APPLIANCE PROTECTOR AND TRAINING.
 
1. Every contractor holds responsible to provide appliance protector of self to its employees and     needed to training run its work safely. Training has to include at least:
   a.   Usage of extinguisher tube to employees which is its work have risk result burning, for                  example Welding
   b.   Help procedure in emergency condition, for example to work in space confined need to be            supervised
   c.   Rule and regulation work in (Owner name:…….) area.
   d.   Other training which needed.
 
2. Every contractor hold responsible to observe and control its employees and subcontractor in      usage of equipments of protector of it self in guarantying accomplishment of rule work in              (Owner name:…….) construction area.
 
3. Contractor will guarantee that safety helmet, safety goggle, ear protector, safety belt, shoe,         shield of face, extinguisher tube, available and others to its employees.
 
4. Contractor will guarantee that every worker which risk to accident because falling or downfall       of object use peacemaker, for example:
    a. Working in platform at height 4 meter above surface of floor without fence / safety handrail.
    b. Put hand to height 4 meter above surface of floor outside job platform.
    c. Compiling or unloading stager have height to 4 meter.
    d. Working in racking system at height of him to the 4 meter.
 
 
1.  Entire/All (Owner name:…….) employees, guest and contractor obliged to use hat of project if      residing in location of project of construction.
 
2.  Hat of project of in general do not be obliged to be wear by time reside in office, area outside        project and in vehicle closed.
 
 
       
1.  Eyeglasses / eye masker have to wear by when:
                         
     a.  Work to use dangerous chemicals, for example strong acid for cleaner.
                         
     b.  Work with high-pressured wind, appliance of grinding, appliance drill, and appliance of                    cutting.
                         
     c.  Work in very dusty location.
               
     d.  Work in place which nearby equipments which have potency to generate sprinkling, small              material which thrown and can hit eye.
                         
     e. Work to handle battery acid.
 
2. Masker to wear on course work below/under which there is object danger fall to regarding           face including eye.
       
3. Knowing place for washing eye in emergency condition. And asking to safety coordinator.
  
PROTECTOR  OF  RESPIRATION.
 
Certain activities need appliance protector of competent respiration. Entire/All contractor will provide required supplies and guarantee that its employees can do assigned work pursuant to medical inspection, experience, and training (precaution to use the apparatus).
  
 
Certain areas need protector for against noises. If employees work in area with noise level above 85 dB during 8 continuous hour, obliged to impose cover ear cork and supply of this activity have to be provided by contractor.
 
BARRIER OF CONSTRUCTION AREA.
 
1.   Contractor will provide barrier fence in around under goods which its risk to fall, dig, or other         condition which endanger. Supervisor, in location have to be informed that condition.
       
2.   At night and outside office hours, contractor will place illuminator and Barrier in all open dig           and hole.
 
SECURITY.
 
1.   Securities Guard of (Owner name:…….) will do record-keeping every contractor employees        enter project area.
2.   Officer of (Owner name:…….) security will ensure that every contractor employees accept           the program before starting work in(Owner name:…….).
3.   Contractor will not work outside 8:00 - 17:00 a clock, except getting permission of (Owner            name:…….) coordinator.
4.    Contractor employees directly hold responsible to equipments of property his own.
  
 
ENVIRONMENT.
 
INCIDENT / ACCIDENT .   
 
 
1.   Contractor has to know telephone number which must contact and emergency procedure             apply by area or environment where location projects.
 
2.   Entire/All accident, including its spilled of dangerous material and can be contamination                  environment have        to immediately reported to site coordinator.
 
WASTE / GARBAGE.
 
 1.   Contractor obliged to obey rule going into effect in (Owner name:…….) and regulation of                government going into effect.
 
 2.   Contractor has to labor needed licensing and its copy passed to party the interested parties.
 3.   Entire dangerous material is not dangerous or debriss have to handle by paying attention              environmental aspects.
 4.   If contractor activities yield dangerous material, hence contractor accountable for :
                        a.  Classifying garbage characteristic.
                        b.  Chose peaceful and appropriate tidiness.
                        c.  Keeping in a safe place.
                        d.  Giving label at tidiness.                     
                       e.   Removing, transporting and throwing away garbage, including drawing up                                       needed document.
  5.  Dangerous garbage has to be locked out of by garbage, which is not dangerous to avoid              wrongly of handling.  
 6.  Contractor has to provide documentation informing that handling of conducted dangerous              garbage expediently.
 7.  To be depository outside, garbage have to be placed at least 3 meter of building and its not           contamination on the surface water.
 
 SPILLED
 
1.  Spilled can be result damage of environment. Way of good depository can prevent the                   happening of danger.
2.  Contractor and employees have to know the way of acting in the event of spilled for example        happened leakage of facility.
3.  Contractor also have to utilize / providing good relocation place and appliances for the                   sweeping of material which spilled.
4.  In the event of happen of spilled, following is things which must be done:
                       
      a.   Contact Environment Officer or Coordinator (Owner name:…….) party.
      b.   Utilizing appliance supply of adequate protector.
      c.   Protect aqueduct, surface water, ground water of appropriate spilled in the way of for                    example making of dam whereas or closing of channel.
      d.   Do sweeping as soon as.
 
CHANNEL DISCARD.
 
 1. Prohibited to do dismissal of wastewater nor solid waste at rain aqueduct.
 2. Every extension to channel dismissal of Project property has to earn permission beforehand.
  
EVACUATION OF EQUIPMENTS.
 
1.   Contractor have to check all machine, structure, tank, pipe band, other material or garbage          before evacuation or repair utilize to ensure that they’re no dangerous chemicals and earn            environmental contamination.
2.    When handling equipments of water of conditioner (AC), have to be strived other materials to        or refrigerants able to  destroy ozone coat do not escape out.
 
WASH OF MACHINE.
 
Machines property of contractor not be permitted to be cleaned by in (Owner name:…….) area except have got permission beforehand.
  
 
COLLISION.
 

Agreement contract with (Owner name:…….) include cover readiness to fulfill rules going into effect in area of including which contained above. Collision of rules of tolerance will not and will hit dubiously of discipliner. Whereas this matter will be applied in general to contractor employees, (Owner name:…….) will expect contractor to party side] management apply more coherent rule in of element work.

 

 

 

PT. LTF Indonesia

Pilihan Bahasa