HOME   > REFERENSI  > -Berharap MRT di Jakarta Terwujud

 
 

-Berharap MRT di Jakarta Terwujud



 Jakarta , 16 Mei 2013

Kita tahu bahwa penduduk di Jakarta sudah mencapai kurang lebih  +/- 10.187.595 versi Pemprov DKI  Nov 2011. belum lagi disaat pada Jam jam sibuk atau Jam kerja, berbondong bondong penduduk dari BODETABEK  bekerja (siang hari) ,  menggunakan transportasi menuju ke Jakarta diperkirakan 12 jt orang, bisa dibayangankan pada tahun 2014 ramalan para pakar transportasi terjadi traffic death atau terjadinya lalu lintas mati total dan arus lalu lintas mati bergerak.

Belum lagi  disaat terjadinya hujan dan banjir akibat dari sarana prasarana , saluran dan sistem drainase ibu kota yang sangat buruk, memperparah terjadinya kemacetan total. Beberapa titik rawan banjir belum ditangani oleh Pemprov secara serius. 

Sementara itu, perbandingan jalan yang dibangun lebih kecil dibandingkan dengan jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor semakin tahun semakin bertambah dengan sangat sifgnifikan.

Salah satu alternatif mengurangi kemacetan dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi adalah dengan menggunakan Transportasi Massal atau yang dikenal dengan nama MRT (Mass Rapid Transit).

Ada beberapa moda angkutan massal (MRT), mulai busway, subway, monorail, kereta layang, bail itu dibawah tanah, selevel dengan tanah an melayang di atas tanah.

Dibeberapa kota di Amerika, eropah dan di negara negara maju di Asia sudah mengunakan moda angkutan ini, yang terbilang berhasil , bahkan di Argentina sudah lama menggunakan subway angkutan massal ini yang dibangun sejak tahun 1913. 

Moda Angkutan Massal Versi PT. MRT

Oleh sebab itulah di Indonesia khususnya di Jakarta sudah dibentuk badan Usaha baru yang dibentuk pada tahun 2004 bernama PT.MRT yang melaksanakan kegiatan perencanaan , tender dan konstruksi untuk merealisasikan tercapainya pembangunan MRT di Jakarta menjadi terwujud.

Setidaknyanya , walaupun sudah terlambat , sudah ada usaha dari Pemprov DKI Jakarta, melakukan langkah langkan strategis dalam upaya mewujud Jakarta suatu saat nanti memiliki Transportasi Massal  untuk warganya yang semakin hari dipusingkan dengan kemacetan . 

Ada beberapa Planning yang sudah dicanangkan prpyek MRT yakni sbb :

 

Project Update


Jakarta MRT North-South Line Phase I (Bundaran HI – Kp. Bandan, Operational 2018)

Jakarta MRT North-South Line Phase II (Bundaran HI – Kp.Bandan, Operational 2018)

 

 

  

  

Sampai dengan saat ini, pelaksanaan masih tahap Pra-Kwalifikasi , Tender Management  Consulting  Services dan Trafic Management Consultant serta Pameran Pameran dibeberapa tempat.

Untuk pelaksanaan Konstruksi diperkirakan dimulai tahun 2013 dan 2014, diperkirakan operasi tahun 2018, mudah2an pelaksanaan tersebut sesuai dengan rencana dan tidak mengalami keterlambatan.


Monorail versi PT . Jakarta Monorail


Salah satu alternatif lainnya moda angkutan massal yaitu dengan menggunakan MONORAIL, dan pada tahun 2004 sudah dibangun oleh PT. Adhi Karya Tbk konsorsium , sementara itu tiang tiang pilar untuk monorail yang dibeberapa tempat masih terlihat terbengkalai dikarenakan pelaksanaan proyek terhenti akibat terhambat dengan masalah pendanaan dan birokrasi dengan Pihak Pemerintah.

Pihak PT. Jakarta Monorail mengklaim, membutuhkan biaya pelaksanaan sebesar 7 Triliun Rupiah, sementara itu tiang tiang PT. Adhi Karya akan di bayar sesuai ketentuan sebesar 190 Milyar.

Saat ini saham mayoritas PT.JM adalah Ortus Infrastructure Capital Limited (Ortus) menyatakan pihaknya telah menyelesaikan dan membayar lunas seluruh saham PT Adhi Karya Tbk di PT Jakarta Monorail dan PT Indonesia Transit Central (ITC). Selain itu, kesepakatan pembayaran tiang-tiang monorel senilai Rp190 miliar,  juga telah ditandatangani.

Terkait dengan perkembangan kegiatan PT JM sendiri,  bahwa Ortus telah menyepakati untuk menggunakan rolling stock dari perusahaan CNR Changchun Railway Vehicle Co, Ltd untuk diimplementasikan di Jakarta. Perusahaan tersebut telah memproduksi rolling stock monorel di kota Chongqing, China.

 

 

Untuk rute monorel blue line (jalur biru), akan ada tambahan rute sepanjang 15 Km menjadi 30 Km.

"Blue line seusai konsesi awal 2004, dari Kampung Melayu-Tebet-Kuningan-Casablanca-Tanah Abang-Roxy-Taman Anggrek (Jakarta Barat) dengan extension ke timur dari Pondok Kelapa-Sentral Timur Jakarta dan ke Barat dari Puri Indah" .

Sedangkan pada rute green line (jalur hijau), akan tetap menggunakan rute sebelumnya yakni sepanjang 14,5 Km. "Green line mulai dari Kuningan-Kuningan Sentral-Gatot Subroto-Senayan-Asia Afrika-Pejompongan-Karet-Dukuh Atas-kembali ke Kuningan," tambahnya.

Untuk pengembangan monorel ini, Jakarta Monorail akan menggandeng perusahaan milik mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Hadji Kalla Grup dalam satu buah konsorsium baru.

Ketika secara resmi disetujui oleh Jokowi, konsorsium baru siap mengerjakan proyek monorel tahap awal yaitu rute green line karena sebelumnya telah memiliki tiang monorel yang mangkrak.

"Target akhir 2015, green line bisa sebagian beroperasi terus secara simultan dengan blue line. Itu akan serentak,".
 
Mudah- mudahan rencana pembangunan bisa terwujud pada tahun 2015 atau setidaknya tahun 2016, kita sebagai warga bisa menikmati angkutan tersebut yang sudah lama mendambakan transportasi yang cepat, nyaman dan aman.
 

Jalur Monorail Rute Bekasi-Cawang-Kuningan Jakarta-Palmerah Jakarta, Versi PT. Adhi Karya Ketua Konsorsium BUMN.
 

 
 
Proyek Monorail Bekasi Timur - Cawang - Kuningan yang investasinya yaitu PT Adhi Karya, PT Jasa Marga Tbk, PT Lembaga Elektronika Negara (LEN), PT Telkom Tbk, PT Industri Kereta Api (Inka), sebagian pendanaan dari Bank Mandiri.
 
"Dalam satu 1 tahun-1,5 tahun diharapkan sudah ada sebagian jalur yang sudah bisa dioperasikan. Atau dalam dua tahun diharapkan seluruh jalur monorel tersebut sudah siap dioperasikan .
 
PT Adhi Karya Tbk  tengah menggodok perencanaan pembangunan Monorail Jakarta tahap I sepanjang 54,7 kilometer. Pihaknya tengah merancang stasiun pemberangkatan Monorail Jakarta dari tempat-tempat pemberangkatan di Bekasi dan Bogor.
Dalam proses penggodokan tersebut, pihaknya merancang tempat parkir yang cukup luas untuk bisa menampung kendaraan warga yang berdomisili di Bekasi dan Bogor yang akan menggunakan monorail menuju Jakarta.
Rencananya, tempat parkir tersebut akan berada di Bekasi Timur dan Cibubur atau lokasi stasiun pemberangkatan Monorail Jakarta. "Ada park space di Bekasi Tmur dan Cibubur," kata Kiswo di Balai Kartini, Sabtu (24/11).
Nantinya, kendaraan pribadi milik masyarakat Bekasi yang bekerja di Jakarta akan ditampung di stasiun keberangkatan Monorail di Bekasi Timur. Sedangkan untuk masyarakat Bogor yang menggunakan kendaraan roda 4 bisa menggunakan Monorail ketika keluar dari pintu tol Cibubur.
"Ternyata penyebab kemacetan dari Bekasi dan Bogor. Kenapa kita tidak angkut saja orang yang selama ini pakai mobil dari Bogor. Keluar pintu tol (cibubur) parkir lalu naik monorail ke Jakarta, terus balik ambil mobil," tambahnya.
Monorail Jakarta tahap I ini bisa beroperasi secara resmi di 2015. Tahap I sepanjang 54,7 km itu dari Bekasi Timur-Cawang, Cibubur-Cawang terus hingga Harmoni sampai Palmerah.
 

 
 

Kereta Layang Bekasi - Jakarta Versi PT. Hutama Karya
 

 
Perusahaan konstruksi PT. Hutama Karya menawarkan konsep baru untuk mengurai kemacetan di Ibukota. Kontraktor pelat merah itu berencana membangun kereta layang di median jalan tol yang tidak digunakan.
 
Ada lima tahap proyek kereta layang yang diusulkan. Jurusan Bekasi-Slipi akan dikerjakan lebih dulu. Dilanjutkan dengan Bogor-Cawang-Slipi, Slipi-Serpong dan Serpong-Bandara Soekarno-Hatta.
 
Untuk kereta layang jurusan Bekasi-Slipi, titik awalnya dimulai dari pusat perbelanjaan Bekasi Square, sehingga pengguna kendaraan pribadi dapat menitipkan kendaraannya di pusat perbelanjaan tersebut, lalu melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dengan kereta layang.
 
Dalam konsep ini, Stasiun Cawang akan menjadi titik sentral bertemunya kereta dan Transjakarta. Kemudian Semanggi sebagai titik sentral kereta listrik dengan MRT. PT. Hutama Karya mentargetkan pembangunan kereta dengan panjang rel mencapai 100 kilometer ini mulai konstruksi pada 2013, dan beroperasi pada 2015.
 

 
 

Subway Versi beberapa ex Gubernur DKI.
 

Hampir semua Gubernur DKI Jakarta mencanangkan akan segera dibangunnya MRT , Subway, Monorail dll, namun semua itu hanya tinggal rencana dan tidak terealisasi, karena tidak adanya keseriusan dari para petinggi Pemprov DKI Jakarta tsb untuk merealisasikannya.
 

 
 
Kita sudah menunggu terlalu lama, tahun 1995 atau 1996, Gubernur Surjadi Soedirdja sudah mengumumkan akan dibangun Subway Blok M-Kota. kemudian menjadi berita utama Harian Umum Kota. Semua orang menunggu-nunggu, tapi berita itu seakan hilang ditelan angin. Mungkin karena setelah itu Indonesia dilanda krisis ekonomi, semua rencana tak bisa direalisasikan.
 
Di zaman kepemimpinan Bang Yos, muncul kembali akan dibangun subway di Jakarta, rencana bekerjasama dengan Group Bakrie, namun hanya rencana tinggal rencana, malah dibangun busway yang masih banyak terkendala dengan kekurangan armada dan sdm nya , setidaknya bisa menghibur warga Jakarta yang selama ini mendambakan angkutan massal yang nyaman , aman dan terjangkau.
 
Berikut ini video busway hasil gagasan versi Bang Yos :
 

 

Tahun 2007, ketika Fauzi Bowo, kandidat pemilihan langsung Gubernur DKI Jakarta, Bang Foke -nama panggilan akrabnya, mengungkapkan bahwa MRT Jakarta pasti akan dibangun. Jepang melalui JBIC akan memberikan pinjaman. Perusahaan yang khusus mengurusi MRT Jakarta pun dibentuk.
 
Sekali lagi rencana tinggal rencana malah zaman kepemimpinan Foke membangun Jalan Non Tol dari Antasari ke Blok dan Jalan Non Tol Kampung Melayu - Karet Tanah Abang.
 
Sepertinya proyek ini bukanlah proyek MRT, karena hanya untuk kendaraan pribadi dan bus , malah memindahkan kemacetan yang selama ini terjadi di sepanjang jalan antasari menjadi penumpukan di bundaran lampu merah di Ratu Plaza dan kemacetan kendaraan antara Blok M dan sepanjang jalan Sisingamaraja.

Inilah Hasil kebanggaan Bang Foke (3D Animasi Jalan Non Tol Antasari - Blok M) :
 
 

 
 
 Realisasi Pembangunannya di hari pertama ujicoba JLNT adalah sbb :
 

 
Foke masih meninggal permasalah di Proyek Non Tol Kampung Melayu - Tanah Abang sampai dengan sekarang belum rampung alias terbengkalai,  yang pada akhirnya Pemprov DKI Jakarta Versi Joko Wi melakukan Investigasi kelayakan dan meminta  dari  Audit ke BPKP untuk merekomendasikan kelanjutan proyek tsb.
 
 

 
 
  
Kini lima tahun berlalu 2013 di ambang pintu. Semestinya MRT Jakarta sudah mulai dibangun agar Jakarta punya sesuatu yang dibanggakan.
 
Tahun 1996, kemacetan lalu lintas di Bangkok sering disamakan dengan di Jakarta. Tapi tahun 2007 di Bangkok, kota ini sudah memiliki MRT. Padahal seperti kita ketahui bersama, Thailand juga terkena krisis ekonomi yang parah. Pembangunan MRT yang direncanakan sejak tahun 1996, sempat terhenti, tapi kemudian pembangunan dilanjutkan dan akhirnya MRT Bangkok Metro mulai beroperasi . Bangkok kini akan mengembangkan rute-rute MRT ke wilayah lainnya.

 

 

Produksi Monorail Lokal Versi PT. Melu Bangun Wiweka.
 

 
Tidak hanya Jepang atau negara maju yang bisa memproduksi monorel, Indonesia pun ternyata bisa. Walaupun dengan berbagai keterbatasan, PT Melu Bangun Wiweka saat ini bisa memproduksi monorel pada pabriknya di Bekasi.

"Ini made in Indonesia, yang buat dari mulai prototype dan mesin juga orang Indonesia," kata salah seorang pimpinan PT Melu Bangun Wiweka Tris Budiono saat dihubungi detikfinance, Sabtu (26/1/2013).

Menurut penuturan Tris, nama Kusnan Nuryadi adalah tokoh di balik keberhasilan PT Melu Bangun Wiweka memproduksi monorel. Tris mengungkapkan 90% komponen yang terdapat di dalam monorel PT Melu Bangun Wiweka adalah buatan Indonesia.

"Jadi 90% komponen kita adalah made in Indonesia, sisanya 10% itu dalam bentuk conventer saja. Tetapi sudah ada perusahaan Indonesia yang bisa memproduksi conventer serupa," katanya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sempat berkunjung ke pabrik PT Melu Bangun Wiweka di Kawasan Cibitung, Bekasi Jawa Barat. sempat melihat kereta monorel berjalan di perlintasan sepanjang 50 meter.
 
Monorel buatan lokal ini mampu mengangkut 125 penumpang per gerbong dan untuk Indonesia cocok membawa sekitar 6 gerbong sekali jalan. Kecepatan maksimal monorel 80 km/jam.

Tujuan Dahlan datang ke pabrik ini adalah karena Dahlan takjub dengan kemampuan pembuatan monorel lokal ini, apalagi monorel ini mampu bersaing dengan produk lokal.

"Jika di luar untuk 1 km dibutuhkan sekitar Rp 200 miliar investasinya, mereka malah untuk 1 km-nya mampu menghemat biaya dengan hanya Rp 75-150 miliar saja.
 
 

Seperti diketahui PT. Jakarta Monorail masih menggunakan produk luar negeri, kita harapkan Monorail Tahap 1 Bekasi-Cawang-Kuningan Jakarta, dapat menggunakan produk lokasl Bekasi ini, tentunya harus melalui kelayakan uji dari lembaga terkait, dan kwalitas produksi yang mesti teruji dan layak / laik jalan.

 

 
General Mananager PT Melu Bangun Wiweka (MBW) Indra Nugraha Kusnan selaku produsen monorel lokal yang pabriknya berada di Bekasi, mengaku cukup kecewa pihaknya lagi-lagi tidak dilibatkan untuk ikut serta dalam proyek pengadaan monorel di Jakarta.
 
Kalau saya pikir ini bisnis tetapi kami berharap dapat diberikan kesempatan. Kami tetap kecewa, dan kami merasa tidak didukung oleh pemegang keputusan. Kami sebagai swasta yang sudah merintis dengan usaha sendiri di dalam sektor usaha ini," ungkap Indra saat dihubungi detikFinance, Selasa (23/0/2013).
 
Sementara itu, Corporate Secretary PT. Jakarta Monorail Bovanantoo kepada menjelaskan, alasan pihak manajemen memilih perusahaan tersebut karena kualitas produk sudah teruji yang sesuai persyaratan.

 

"Kami mengadakan seleksi internal dan prosesnya juga panjang. Dari sisi harga, kualitas, dan minimal beroperasinya, perusahaan China ini yang paling pas. Yang jelas produk ini sudah baik produksinya. Kemudian salah satu kapastiannya mereka harus mampu membawa penumpang sampai kondisi di 40 tahun.," kata Bovanantoo saat dihubungi detikFinance.

"Jadi 10 hari setelah ia (Jokowi) dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia datang ke pabrik kami dan mengatakan pertama ini bagus dan awal-awal perlu improvisasi dan perlu untuk diudukung. Ini produksi dalam negeri. Saya punya keyakinan pak Jokowi sudah punyai niat seperti yang dia lakukan pada mobil Esemka. seharusnya hal yang sama juga ia lakukan untuk monorel dalam negeri. Jokowi pernah mengatakan produksi dalam negeri itu wajib hukumnya," katanya. 
 
 

Persesmian MRT di Bundaran HI jakarta.
 
Akhirnya pecah telur juga semua versi versi proyek yang muncul dari semua rencana para pemimpin sebelumnya , baru sekarang  terealisasikan oleh seorang pemimpin daerah yang bernama Joko Wi dan Ahok, kita dukung atas keseriusan beliau akan  terealisasinya pembangunan transportasi massal  tsb. 
 
Itupun masih Tahap Peresmian, masih banyak Pekerjaan Rumah yang harus dikerjakan oleh Joko Wi dan Jajaran Pemprov DKI Jakarta, diperlukan dukungan , langkah langkah serius dan konkret serta diharapkan dukungan dari Pemerintah dan Instansi terkait, jangan sampai menghambat / memperlambat  pelaksanaan dan perizinan termasuk pula dukungan oleh para investor investor luar dan dalam negeri untuk bersama sama mensupport dan merealisasikan pembangunan proyek agar cepat terlaksana.
 
Langkah kepempinan Joko Widodo dan pasangannya Ahok, atas diresmikannya softlaunching  MRT Jalur Lebak Bulus sampai dengan Bundaran Hotel Indonesia, merupakan langkah yang bagus, walaupun terkesan dipaksakan karena proses tender masih berlangsung , setidaknya upaya yang dilakukan Joko Wi dan Pemprov DKI Jakarta kita acungkan jempol ditengah pro dan kotranya dari berbagai kalangan , masyarakat dan profesional.
 
 
Berikut Rekaman dari Stasiun TV One :
 

 

 

 

 

PT. LTF Indonesia

Pilihan Bahasa