HOME   > REFERENSI  > -Kapan dibangun Jembatan Selat Sunda

 
 

-Kapan dibangun Jembatan Selat Sunda

 

Tahun 2012 Jembatan Selat Sunda mulai dibangun, itulah bunyi video dibawah ini, namun sampai sekarang jembatan tersebut belum dimulai mulai juga, kita belum tahu permasalahn apa sehingga jembatan belum terealisasi juga.

Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Djoko Kirmanto mengatakan studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) untuk mega proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) sudah dimulai. Rencananya FS ini setidaknya sudah tertunda setahun lebih karena ada perdebatan soal penggunaan dana APBN dalam FS tersebut.


"Sekarang FS sudah dimulai semua. Jadi sedang proses, teknik seperti penyelidikan tanah itu sudah dimulai semua. Jadi kita paralel," ungkap Djoko usai membuka pameran Indonesia Water Forum 2013 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Selasa (7/5/2013)

Urusan pendanaan, menurutnya sudah ditangani oleh pemrakarsa yaitu PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS). "Kita usahakan semua pendanaan itu tidak dari pemerintah, tapi dari investor. (Investornya) kan sudah ada pemrakarsa ya itu. Tapi pemrakarsa itu bisa peran dari BUMN dan BUMD," jelasnya.
 
Pada saat itu , ada dua alternatif pilihan antara Jembatan Selat Sunda dan Jembatan Suramadu Madura. Namun saat itu, Pemerintah memutuskan pilihannya pada Jembatan Suramadu Madura, mungkin pertimbangan untuk mengembangkan potensi Madura yang masih minim sementara itu Sumatera sudah lebih maju.
 

 

Bahkan ada beberapa kalangan menganggap Jembatan Selat Sunda belum mendesak, namun kenyataannya  menurut ASDP Indonesia Ferry (persero) ,Selat Sunda pada hari Lebaran sudah mencapai kurang lebih 10.000,- total kendaraan menyeberang di Selat Sunda. Bahkan terjadi antrian panjang sepanjang 17 km.

Dari hasil Seminar Kajian Jembatan Selat Sunda di BPPT dengan nilai pembangunan  240 Trilyun dianggap mubazir dan merupakan musibah, akan mempengaruhi perkembangan daerah daerah lainnya, menanamkan beton dengan nilai yang sangat tinggi sebesar ratusan trilyun rupiah.

 

 

Sedangkan menurut gabungan pengusaha nasional angkutan laut dan sungai, sebaiknya mengoptimalisasikan fasilitas dermaga yang ada.

Menurut hemat kami pelaksanaan pembanguan harus dilaksanakan dengan menganggarkan sampai 10 tahun bahkan 15 tahun, dengan pembangunan bertahap sampai 15 tahun, atau konsorsium dan bekerjasama dengan investor luar negeri atau BOT dengan segala konpensasinya, bisa dalam bentuk tol berbayar atau bentuk kerjasama lainnya.

Bukan tidak mungkin untuk sepuluh tahun mendatang kota Merak dan Cilegon menjadi kota antrian kendaraan dan truk truk menunggu antrian giliran untuk menyebrang Selat Sunda. Atau dermaga paling banyak didunia..ha..ha.....akibat terlalu banyaknya dermaga dibuat di Kota Merak dan Bakauheni Lampung.  

Kita melihat pertumbuhan dari tahun ke tahun , perkembangan atau proyeksi arus penyebrangan  10 tahun sampai dengan  20 tahun mendatang, sejalan dengan itu perkembangan Pulau Sumatera mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan.  

Pengalaman kami, hanya untuk order besi beton ( karena harga di jawa lebih murah dalam vol banyak)  , yakni pesanan material untuk memenuhi kebutuhan pembangunan salah satu Apartemen di Palembang,  membutuhkan waktu 1 bulan lebih,  oleh karena itu kami anggap hal ini sangat tidak efisien dan effektif.  

Ini hanya salah satu contoh situasi yang kami alami sendiri,  belum lagi dari sekian ribu pelaku perdagangan dan jasa, pebisnis , petani sampai dengan saudagar di Sumatera adalah sebagian besar melakukan transaksi ke pulau Jawa.

Melihat design jembatan sepertinya sudah mengakomodir, kendaraan bermotor, pribadi, bus, truk dan kereta api , bahkan MRT atau kereta cepat bisa melewati jembatan tersebut.

Suatu saat nanti bukan tidak mungkin untuk perjalanan dari Palembang  ke Jakarta melalui darat kurang lebih berjarak 800 km hanya dibutuhkan waktu tempuh selama 6 jam perjalanan dengan kereta cepat. 

Masih ingat masa kepemimpinan Soekarno tahun 1965, dalam melaksanakan pembangunan Jembatan Ampera Palembang, yang menghubungkan hilir dan hulu sungai Musi, pada saat itu hanya niat dan usaha yang kuat untuk membangun Jembatan yang sampai dengan sekarang menjadi kebanggaan warga Kota Palembang, dengan hanya memperoleh  dana perampasan /  konpensi perang dari negeri Jepang.

Kita berharap , Mega Proyek Jembatan Selat Sunda agar dapat terealisasi dan menjadi kenyataan ,  jembatan tersebut nantinya  akan menjadi jembatan kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

 

 

admin@pt-ltf.com 

 

 

 

PT. LTF Indonesia

Pilihan Bahasa