HOME   > REFERENSI  > -Menghitung Jumlah Teknisi

 
 

-Menghitung Jumlah Teknisi


 

MENGHITUNG JUMLAH KEBUTUHAN TENAGA TEKNISI
BUILDING MAINTENANCE

 
 
Menghitung Kebutuhan Tenaga Kerja Untuk Teknisi Maitenance Gedung :
 
 
Komponen kunci dari perencanaan SDM adalah penentuan tipe SDM yang diperlukan. Perencanaan SDM bertujuan untuk mencocokkan SDM dengan kebutuhan organisasi yang dinyatakan dalam bentuk aktifitas. Merencanakan kebutuhan SDM berhubungan dengan hal-hal sebagai berikut [1] :
 
a. mendapatkan dan mempertahankan jumlah dan mutu karyawan
b. mengidentifikasi tuntutan keterampilan dan cara memenuhinya
c. menghadapi kelebihan atau kekurangan karyawan
d. mengembangkan tatanan kerja yang fleksibel
e. meningkatkan pemanfaatan karyawan
 
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan SDM, salah satu di antaranya adalah dengan menggunakan analisis beban kerja. Yang dimaksud dengan beban kerja adalah frekuensi rata-rata masing-masing jenis pekerjaan dalam jangka waktu tertentu. Beban kerja juga dapat berarti berat ringannya suatu pekerjaan yang dirasakan oleh karyawan yang dipengaruhi oleh pembagian kerja (job distribution), ukuran kemampuan kerja (standard rate of performance) dan waktu yang tersedia. [2]
 
Metode beban kerja adalah tehnik yang paling akurat dalam peramalan kebutuhan tenaga kerja untuk jangka pendek (short-term). Peramalan jangka pendek ini untuk waktu satu tahun dan selama-lamanya dua tahun. Tehnik analisis ini memerlukan penggunaan rasio atau pedoman penyusunan staf standar dalam upaya mengidentifikasi kebutuhan personalia. [3,4]
 
Salah satu cara untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja diformulasikan oleh Peter J. Shipp (1998) dan dianjurkan oleh WHO. Panduan penghitungan kebutuhan tenaga kerja ini telah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. Metode beban kerja ini mudah dioperasikan, mudah digunakan, secara teknis dapat diterima, komprehensif, realistis dan dapat diterima oleh manajer teknik maupun manajer non-teknik
 
“ Metode beban kerja ini didasarkan pada pekerjaan nyata yang dilakukan oleh masing-masing tenaga kerja. Adapun langkah-langkah penyusunan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan metode ini adalah : 1) menetapkan unit kerja beserta kategori tenaganya, 2) menetapkan waktu kerja yang tersedia selama satu tahun, 3) menyusun standar beban kerja, 4) menyusun standar kelonggaran dan 5) menghitung kebutuhan tenaga per unit kerja. Untuk menghitung beban kerja ini diperlukan hal-hal seperti : standar pelayanan, prosedur kerja tetap serta uraian kerja (job description) bagi setiap tenaga kerja”
 
Ada lima langkah dalam menghitung kebutuhan tenaga teknisi berdasarkan beban kerja, yaitu :
 
LANGKAH PERTAMA : menetapkan unit kerja dan kategori tenaga. Kita ambil contoh unit kerja yang digunakan adalah unit kerja teknisi
 
LANGKAH KEDUA : menetapkan waktu kerja yang tersedia bagi tenaga teknisi selama satu tahun. Data yang dibutuhkan untuk menetapkan waktu kerja yang tersedia adalah :
Hari kerja ( A ). Suatu contoh, di suatu untuk tenaga teknisi listrik, pelayanan dilaksanakan selama 24 jam yang dibagi dalam 3 shift sehingga dalam seminggu terdapat 7 hari kerja.
Cuti tahunan ( B ). Jumlah cuti tahunan adalah 12 hari dalam satu tahun.
Pendidikan dan pelatihan ( C ). Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di gedung dan memiliki hak untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 5 hari kerja per tahun.
Hari libur nasional ( D ). Dalam waktu satu tahun terdapat 15 hari libur nasional.
Ketidakhadiran kerja ( E ). Dengan adanya sistem shift, sesudah bertugas pada sore dan malam hari seorang teknisi mendapatkan ekstra libur selama 1 hari. Di Instalasi listrik rata-rata ketidakhadiran kerja dalam satu bulan selama 7 hari
Waktu kerja ( F ) Pada umumnya waktu kerja selama sehari adalah 8 jam.
Berdasarkan data-data tersebut selanjutnya dilakukan penghitungan untuk menetapkan waktu tersedia dengan rumus sebagai berikut :
 
Waktu kerja tersedia = A - (B+C+D+E) x F
 
 

Tabel berikut menunjukkan jumlah waktu kerja yang tersedia dalam setahun.
  
Kode
Kode
Kode
Kode
A
Hari Kerja
365
Hari per tahun
B
Cuti Tahunan
12
Hari per tahun
C
Pendidikan dan Latihan
5
Hari per tahun
D
Hari Libur Nasional
15
Hari per tahun
E
Ketidakhadiran Kerja
84
Hari per tahun
F
Waktu Kerja
8
Jam per hari
 
Kode         Faktor       Waktu Kerja      Keterangan
 
A       Hari Kerja 365   Hari per tahun
B       Cuti Tahunan    12     Hari per tahun
C       Pendidikan dan Latihan    5       Hari per tahun
D       Hari Libur Nasional   15     Hari per tahun
E       Ketidakhadiran Kerja        84     Hari per tahun
F       Waktu Kerja      8       Jam per hari
 
Waktu Kerja      249   Hari per tahun
 
Jam Kerja 1992 Jam per tahun
 
Waktu Kerja      119520      Menit per tahun
 
Adapun uraian penghitungannya adalah sebagai berikut :
Waktu kerja tersedia = 365 – ( 12 + 5 + 15 + 84 )
= 249 hari/tahun
= 1992 jam/tahun
= 119520 menit/tahun
 
LANGKAH KETIGA : menyusun standar beban kerja. Standar beban kerja adalah volume atau kuantitas beban kerja selama 1 tahun untuk setiap kategori tenaga (dalam hal ini adalah teknisi listrik). Standar beban kerja untuk suatu kegiatan pokok disusun berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan (rata-rata waktu) dan waktu yang tersedia per tahun. Data dan informasi yang dibutuhkan untuk menyusun standar beban kerja untuk kategori tenaga adalah sebagai berikut :
kategori tenaga pada unit kerja yang telah ditetapkan pada langkah pertama di atas,
standar profesi, standar pelayanan dan standar prosedur operasional tetap yang berlaku,
rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh kategori tenaga (teknisi listrik) untuk menyelesaikan kegiatan pelayanan, dan
data dan informasi kegiatan pelayanan di masing-masing unit pelayanan teknis .
 
Beban kerja teknisi meliputi :
kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh Analis Kerja, misalnya : request order, preparasi unit, memeriksa unit, mencatat hasil pemeriksaan, pemakaian alat, memeriksa dan kontrol, membuat laporan, dll.
rata-rata waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap kegiatan pokok, misalnya rata rata waktu untuk memeriksa kerusakan unit adalah 10 menit, rerata waktu untuk membuat laporan A adalah 15 menit, dsb.
standar beban kerja Teknisi  tiap satu tahun dihitung dengan rumus perhitungan sebagai berikut :
Standar beban kerja = waktu tersedia per tahun : rerata waktu per kegiatan pokok
 
LANGKAH KEEMPAT : menyusun standar kelonggaran yang bertujuan untuk mengetahui faktor kelonggaran kategori tenaga yang meliputi jenis kegiatan dan kebutuhan waktu untuk menyelesaikan suatau kegiatan yang tidak terkait langsung atau tidak dipengaruhi oleh tinggi rendahnya kuantitas atau jumlah kegiatan pokok / pelayanan.
 
Penyusunan faktor kelonggaran dapat dilaksanakan melalui pengamatan dan wawancara kepada tenaga teknisi mengenai :
kegiatan-kegiatan yang tidak terkait langsung dengan pelayanan, misalnya rapat, istirahat, sholat, makan;
frekuensi kegiatan dalam satu hari, minggu, bulan; waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan.
Adapun rumus untuk menghitung faktor kelonggaran adalah sebagai berikut :
Standar kelonggaran = rerata waktu faktor kelonggaran : waktu kerja tersedia per tahun
 
Tabel berikut adalah standar kelonggaran Teknisi :
 
 
Faktor            Kelonggaran
Rata-rata            Waktu
Standar Kelonggaran
Rapat
2 jam per bulan
0.012
Istirahat, sholat, makan
30 menit per hari
0.092
Jumlah
 
0.104

  

Faktor Kelonggaran Rata-rata Waktu         Standar Kelonggaran
Rapat        2 jam per bulan         0.012
Istirahat, sholat, makan     30 menit per hari       0.092
Jumlah     
0.104
 
LANGKAH KELIMA : menghitung kebutuhan tenaga per unit kerja yang bertujuan untuk memperoleh jumlah dan kategori tenaga Teknisi per unit kerja sesuai dengan beban kerja selama 1 tahun. Sumber data yang diperlukan untuk penghitungan kebutuhan tenaga ini terdiri dari:
data yang diperoleh dari langkah-langkah sebelumnya, yaitu waktu kerja tersedia, standar beban kerja dan standar kelonggaran;
kuantitas kegiatan pokok selama kurun waktu satu tahun, dan mengambil data kuantitas kegiatan pokok selama satu tahun.
Data kegiatan pada pelayanan di tiap unit teknis yang telah diperoleh, Standar Beban Kerja , dan Standar Kelonggaran merupakan sumber data untuk menghitung kebutuhan tenaga Teknisi dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
 
Kebutuhan tenaga = (Jumlah kegiatan pokok : standar beban kerja) + Standar Kelonggaran
 
Selanjutnya kebutuhan tenaga untuk tiap kegiatan pokok dijumlahkan terlebih dulu sebelum ditambahkan dengan Standar Kelonggaran.
 
 
===========================================================
 Daftar Pustaka :
 Amstrong, Michael, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik : Mengelola Karyawan, Buku Wajib  Bagi  Manajer Lini, PT. Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.
 Moehijat, 1979, Perencanaan Tenaga Kerja, Penerbit Alumni, Bandung.
 Sunarto dan Sahedy Noor, 2001, Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), Bagian Penerbitan FE-UST,    Yogyakarta.
 Simamora, Henry, 1994, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bagian Penerbitan STIE YKPN, Yogyakarta.
 Kurniati, Rhina Widhi, 2003, Menghitung Kebutuhan Tenaga Analis Laboratorium di Sub Unit Penyakit Infeksi
 Instalasi Patologi Klinik RS Dr. Sardjito : Laporan Manajemen, Program Pendidikan Dokter Spesialis-I  Fakultas    Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
 ** Pengalama selama 10  tahun , peneitian , hasil survey dan analsa PT. Laksanatama Tiara Fajarindo
  (PT.LTF)
 ================================================================================-========== 
 

A. Menghitung jumlah kebutuhan Teknisi AC :
  1. Mengambil data/melakukan penelitian mengenai jumlah beban kerja perhari.
  2. Melakukan pengambilan data/atau penelitian mengenai pekerjaan-pekerjaan apa saja yang dilakukan tiap bagian/ job keja.
  3. Melakukan pengambilan data/penelitian untuk menghitung waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan satu rangkain pekerjaan dalam satu bagian
  4. Melakukan perhitungan dengan rumus.
  5.  Faktor-yang mempengaruhi Kebutuhan Staff
  6. Jumlah hari dalam 1 tahun (a)=365 hari
  7. Jumlah hari kerja dalam 1 tahun(b)=303 hari(diperoleh dari jumlah hari dalam satu tahun dikirangi jumlah hari minggu dalam satu tahun dan hari libur nasional)
  8. Jumlah jam kerja per hari=7 jam
  9. Jumlah hari kerja efektif=279 hari
  10. Jumlah hari kerja dikurangi cuti/ijin
  11. Jumlah Jam kerja efektif (e)=5,3 Jam (dari jml jam kerja efektif kali kerja per hari dibagi 365 hari)
 

Selanjutnya rumus yang digunakan dalam menghitung jumlah tenaga
kerja :  

(axh) / (bxe)

  

 DATA  UNIT AC sbb :
 
 
 
 
NO
 
NO UNIT
 
IN DOOR
 
OUT DOOR
 
 
Lantai Semi Basement
1
0.1
Lobby Utama
Taman Depan
2
ME 0.2
Control Room
P1
3
0.3
Kantin
P1
4
0.4
Kantin
Taman Depan
5
0.5
Kantin
Taman Depan
6
0.6
Kantin
P1
7
0.7
Kantin
P1
9
D/2
BSM
P5
10
D/3
BSM
P5
11
D/4
BSM
P5
 
 
h adalah waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas
h diperoleh dari hasil kali antara waktu yg dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas untuk satu job request order dikali dengan jumlah beban kerja.
 
 
Menghitung Kebutuhan kerja watu sbb :
Menghidupkan Unit butuh waktu rata2 
Menangan Keluhan /Request Order 
Control  unit rata2 
Report 
Mematikan Unit rata2 
Penyerahan ke teknisi berikutnya (Shift) 
 
SEHINGGA TOTAL SATU RANGKAIAN PEKERJAAN ADALAH 
Selanjutnya hasil total diatas dikali beban kerja, dimana data diatas adalah . Sehingga hasil yang diperoleh adalah sebesar 
 
  


Sehingga jumlah tenaga kerja Teknisi AC adalah :
  (a x h)/ (bxe) = (365 x25/303x5,3)= 5,6 dibulatkan menjadi = 5 orang

  
 
B. Menghitung jumlah kebutuhan Teknisi M/E :
 
  1. Mengambil data/melakukan penelitian mengenai jumlah beban kerja perhari.
  2. Melakukan pengambilan data/atau penelitian mengenai pekerjaan-pekerjaan apa saja yang                        dilakukan tiap bagian/ job keja.
  3. Melakukan pengambilan data/penelitian untuk menghitung waktu yang dibutuhkan dalam                          menyelesaikan satu rangkain pekerjaan dalam satu bagian
  4. Melakukan perhitungan dengan rumus.
  5. Faktor-yang mempengaruhi Kebutuhan Teknisi
  6. Jumlah hari dalam 1 tahun (a)=365 hari
  7. Jumlah hari kerja dalam 1 tahun(b)=303 hari(diperoleh dari jumlah hari dalam satu tahun   dikirangi jumlah hari minggu dalam satu tahun dan hari libur nasional)
  8. Jumlah jam kerja per hari=7 jam
  9. Jumlah hari kerja efektif=279 hari
  10. Jumlah hari kerja dikurangi cuti/ijin
  11. Jumlah Jam kerja efektif (e)=5,3 Jam (dari jml jam kerja efektif kali kerja per hari dibagi 365 hari)
 
Selanjutnya rumus yang digunakan dalam menghitung jumlah tenaga kerja :
  

 

(axh) / (bxe)
 
 
h adalah waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas
h diperoleh dari hasil kali antara waktu yg dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas untuk satu job request order dikali dengan jumlah beban kerja.
 
 
1.  Menghitung Kebutuhan kerja waktu Teknisi Panel sbb:
 
Control  Unit pagi (shft ke 1) rata2 = .....
Report = ......
Control  sore unit ( Shift ke 1 ) rata2 = .......
Penyerahan ke teknisi berikutnya (Shift) =  .......
 
·       DATA  UNIT PANEL sbb :
 
 
                PANEL
JUMLAH
PANEL LVMDP
 
PANEL PENERANGAN
 
PANEL GENSET
 
PANEL AC
 
PANEL POMPA/HYDRANT
 
PANEL TELEPHONE/PABX
 
PANEL TATA SUARA
 
PANEL FIRE ALARM
 
PANEL CCTV
 
PANEL PERALATAN IT /DATA
 
PANEL LIFT PASENGGER
 
 
TOTAL PANEL
.........
 
 
SEHINGGA TOTAL SATU RANGKAIAN PEKERJAAN ADALAH = ........
Selanjutnya hasil total diatas dikali beban kerja, dimana data diatas adalah ........ Sehingga hasil yang diperoleh adalah sebesar : ........... x ........ = ......... = .........Jam.
 
 

Sehingga jumlah tenaga Kerja Teknisi Listrik Panel  adalah :
(a x h)/ (bxe) = (365 x 8/303x5,3)= 1,8 dibulatkan menjadi = 1 orang
 

   

2.  Menghitung Kebutuhan kerja waktu Teknisi Instalasi dan Penerangan
     sbb :

   

DATA  UNIT PENERANGAN sbb :
 
       PENERANGAN
JUMLAH
PENERANGAN SEMBASEMENT
 
PENERANGAN ANT DASAR
 
PENERANGAN LT 1
 
PENERANGAN LT 2
 
PENERANGAN LT 3
 
PENERANGAN LT 4
 
PENERANGAN LT 5
 
PENERANGAN LT 6
 
PENERANGAN LT 7
 
PENERANGAN LT 8 (EXECUTIVE)
 
PENERANGAN LT 9 (PENHOUSE)
 
PENERANGAN LT ATAP
 
PENERANGAN LT PARKIR P5-P6
 
PENERANGAN LT PARKIR P9-P10
 
PENERANGAN LT PARKIR P3-P4
 
PENERANGAN LT PARKIR P7-P8
 
PENERANGAN LUAR
 
 
TOTAL PENERANGAN
..........
 
 
Menghidupkan Unit (Group saklar)) butuh waktu rata2 = .......
Menangan Keluhan /Request Order =.........
Control  unit rata2 = ........
Report = .......
Mematikan Unit rata2 (group saklar) = ........
Penyerahan ke teknisi berikutnya (Shift) =  .......
SEHINGGA TOTAL SATU RANGKAIAN PEKERJAAN ADALAH = ........
Selanjutnya hasil total diatas dikali beban kerja, dimana data diatas adalah ........Sehingga hasil yang diperoleh adalah sebesar :......... x .................... * ada Group) = ................menit = ...........Jam
    


Sehingga jumlah Tenaga Teknisi Listrik Instalasi & Penerangan  :   (a x h)/ (bxe) = (365 x 14/303x5,3)= 3,1 dibulatkan menjadi = 3 orang  

  

3. Menghitung Kebutuhan kerja waktu Teknisi Mekanik ( Genset dan Lift )
    sbb :
 
DATA  UNIT  sbb :
 
 
 
              UNIT
JUMLAH
LIFT PASENGER
.....
GENSET
......
TOTAL PENERANGAN
......
 
 
Menghidupkan Unit butuh waktu rata2 = ............
Menangan Keluhan /Request Order =.............
Control  unit rata2 =............
Report = .............
Mematikan Unit rata2 =.............
Penyerahan ke teknisi berikutnya (Shift) =  ............
SEHINGGA TOTAL SATU RANGKAIAN PEKERJAAN ADALAH =..........
Selanjutnya hasil total diatas dikali beban kerja, dimana data diatas adalah ..............Sehingga hasil yang diperoleh adalah sebesar :.................. x ..............=................. menit = ..............Jam
 
 

Sehingga jumlah tenaga kerja Teknisi Mekanik Listrik  adalah :
(a x h)/ (bxe) = (365 x4,5/303x5,3)= 1,022
  Dibulatkan  menjadi = 1 orang

 
 
4.  Menghitung Kebutuhan kerja waktu Teknisi Instalasi dan Plumbingsbb :
 
DATA  UNIT  sbb :
 
 
 
        UNIT PLUMBING
JUMLAH
SEMBASEMENT

LANTAI DASAR

LT 1

LT 2

LT 3

LT 4

LT 5

LT 6

LT 7

LT 8 (EXECUTIVE)

LT 9 (PENHOUSE)

LT ATAP

LT PARKIR P5-P6

LT PARKIR P9-P10

LT PARKIR P3-P4

LT PARKIR P7-P8

LUAR

 
TOTAL  UNIT
...........
 
 
Menangan Keluhan /Request Order =..........
Control  unit rata2 = ..........
Report = ..............
Penyerahan ke teknisi berikutnya (Shift) =  ..........
SEHINGGA TOTAL SATU RANGKAIAN PEKERJAAN ADALAH = ............
Selanjutnya hasil total diatas dikali beban kerja, dimana data diatas adalah ............. Sehingga hasil yang diperoleh adalah sebesar :............. x ................. ( Jumlah Lantai)= .................... = ................. 
 
   


Sehingga jumlah tenaga Teknisi Instalasi & Plumbing  adalah :
(a x h)/ (bxe) = (365 x14,6/303x5,3)= 3,3
 Dibulatkan  menjadi = 3 orang

     

 

 

5.  Menghitung Kebutuhan kerja waktu Teknisi Pompa, Sumpit/STP  sbb :

 

 

DATA  UNIT  sbb :
 

UNIT

JUMLAH

POMPA

 

HYDRANT

 

SUMPIT DAN STP / PEMBUANGAN

 

ROOF TANK

 

TOTAL  UNIT

 

 

Menangan Keluhan /Request Order =.........
Control  unit rata2 = ..........
Report = .............
Penyerahan ke teknisi berikutnya (Shift) =  .........
SEHINGGA TOTAL SATU RANGKAIAN PEKERJAAN ADALAH =............
Selanjutnya hasil total diatas dikali beban kerja, dimana data diatas adalah ................Sehingga hasil yang diperoleh adalah sebesar :................x .................= ...............menit = .............. Jam
 
  

  Sehingga jumlah tenaga Teknisi  Pompa,STP  adalah :
(a x h)/ (bxe) = (365 x 9,1/303x5,3)= 2,06
Dibulatkan  menjadi = 2 orang

 
 
6. Menghitung Kebutuhan kerja waktu Teknisi Fire Alarm, CCTV,
     Tata Suara  sbb :

 

 
DATA  UNIT  sbb :
 
 

UNIT

JUMLAH

FIRE ALARM

 

CCTV

 

TATA SUARA

 
   

TOTAL  UNIT

 

 
 
Menangan Keluhan /Request Order =.........
Control  unit rata2 = ...........
Report = ..........
Penyerahan ke teknisi berikutnya (Shift) = ..........
SEHINGGA TOTAL SATU RANGKAIAN PEKERJAAN ADALAH =..............
Selanjutnya hasil total diatas dikali beban kerja, dimana data diatas adalah .......... Sehingga hasil yang diperoleh adalah sebesar :............... x ............= ..................= .................
 
     

Sehingga jumlah tenaga Teknisi F.Alrm, CCTV& T.Suara adalah :
(a x h)/ (bxe) = (365 x 9,2/303x5,3)= 2,08
Dibulatkan  menjadi = 2 orang

 
 
7.  Menghitung Kebutuhan kerja waktu Teknisi Telephone/PABX dan
     Data/IT
 
     

     DATA  UNIT  sbb :
 

UNIT

JUMLAH

TELEPHONE

....

DATA / IT

.......

   

TOTAL  UNIT

.......

 
 
Menangan Keluhan /Request Order =5 menit
Control  unit rata2 = 10 menit
Report = 5 menit.
Penyerahan ke teknisi berikutnya (Shift) =  5 menit
SEHINGGA TOTAL SATU RANGKAIAN PEKERJAAN ADALAH =.......
Selanjutnya hasil total diatas dikali beban kerja, dimana data diatas adalah ........... Sehingga hasil yang diperoleh adalah sebesar :............... x ................= ................. =..............
 
 


Sehingga jumlah tenaga Teknisi Telp/PABX & IT  adalah : 
(a x h)/ (bxe) = (365 x 9,2/303x5,3)= 2,09
Dibulatkan  menjadi = 2 orang

 
 
C. Menghitung jumlah kebutuhan Teknisi Sipil dan Arsitek :
 
  1. Mengambil data/melakukan penelitian mengenai jumlah beban kerja perhari.
  2. Melakukan pengambilan data/atau penelitian mengenai pekerjaan-pekerjaan apa saja yang   dilakukan tiap bagian/ job keja.
  3. Melakukan pengambilan data/penelitian untuk menghitung waktu yang dibutuhkan dalam  menyelesaikan satu rangkain pekerjaan dalam satu bagian
  4. Melakukan perhitungan dengan rumus.
  5.  Faktor-yang mempengaruhi Kebutuhan Teknisi
  6. Jumlah hari dalam 1 tahun (a)=365 hari
  7. Jumlah hari kerja dalam 1 tahun(b)=303 hari(diperoleh dari jumlah hari dalam satu tahun   dikirangi jumlah hari minggu dalam satu tahun dan hari libur nasional)
  8. Jumlah jam kerja per hari=7 jam
  9. Jumlah hari kerja efektif=279 hari
  10. Jumlah hari kerja dikurangi cuti/ijin
  11. Jumlah Jam kerja efektif (e)=5,3 Jam (dari jml jam kerja efektif kali kerja per hari dibagi 365 hari)
 
Selanjutnya rumus yang digunakan dalam menghitung jumlah tenaga kerja :
 
 
 
(axh) / (bxe)
 
 
 
 
h adalah waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas
h diperoleh dari hasil kali antara waktu yg dibutuhkan dalam menyelesaikan tugas untuk satu job request order dikali dengan jumlah beban kerja.
 
 
Menghitung Kebutuhan kerja waktu Teknisi Sipil dan Arsitek  sbb:
Control  Ruangan pagi (shft ke 1) rata2 = 2 menit
Request Order = 5 Menit
Report = 5 menit.
Control  Ruangan sore ( Shift ke 1 ) rata2 = 2  menit
Penyerahan ke teknisi berikutnya (Shift) =  1 menit
 
·      
 
DATA  LUAS LANTAI sbb :
 
 

LANTAI

LUAS

SEMBASEMENT

 

LANTAI DASAR ( Incl Halaman)

 

LT 1

 

LT 2

 

LT 3

 

LT 4

 

LT 5

 

LT 6

 

LT 7

 

 LT 8 (EXECUTIVE)

 

 LT 9 (PENHOUSE)

 

TOTAL  UNIT

............

 
 
SEHINGGA TOTAL SATU RANGKAIAN PEKERJAAN ADALAH = ............
Selanjutnya hasil total diatas dikali beban kerja, dimana data diatas adalah .............. Sehingga hasil yang diperoleh adalah sebesar : ................ x ................... (kemampuan/ org 750 m2) = ..................... = .................
 
 

 

Sehingga jumlah tenaga Teknisi Sipil & Arstk adalah :
(a x h)/ (bxe) = (365 x 9,94/303x5,3)= 2,25 menjadi = 2 orang
 

   by admin@pt-ltf.com
 
 

 

PT. LTF Indonesia

Pilihan Bahasa