HOME   > REFERENSI  > -Panduan Keselamatan Kerja

 
 

-Panduan Keselamatan Kerja

 


Panduan Keselamatan Kerja

Safety Guide


 

PANDUAN KESELAMATAN KERJA

Safety Unit

   

 

OKTOBER 2012

  


 

PT. Laksanatama Tiara Fajarindo

Gedung Simas, Asuransi Sinarmas

2012

( PROPOSAL MAINTENANCE BUILDING PLAZA SIMAS )


Perhatian utama Saudara di dalam Area Gedung  adalah selalu tertuju pada keselamatan. Harap membaca Panduan Keselamatan Kerja berikut untuk membantu menjamin kondisi yang aman dan menyenangkan. Jika Saudara mempunyai pertanyaan tentang keselamatan, silakan menghubungi Satuan Tugas Keselamatan Kerja

Your main concern in the building should always be focused on safety. Please read following Safety Guide to help ensuring a safe and enjoyable  experience. If you have any questions, please contact Taskforce for Safety

 

Panduan Keselamatan Kerja diperbaharui  terakhir kali pada  Oktober 2012.

The Safety Guide was last updated in Oktober 2012.

 

Nomor telpon penting:

No.

Unit

Unit

Nomor Telpon

Phone Number

1

Satuan Keselamatan Kerja

Safety Unit

 

2

Klinik Kesehatan

Medical Clinic Centre

 

3

Satpam

Security

 

4

K3L

Security, Health, and Safety

 

 


 


Daftar isi


Table of Contents

Kata Pengantar     4

Foreword

1.  Pendahuluan     6

Introduction  

2.  Pemeriksaan dan Penegaka Keselamatan     8

Safety Inspections and Enforcement  

3.  Kecelakaan dan Cedera     10

Accidents and Injuries  

4.  Hak untuk Tahu / Baha Kimia     11

Right to Know Law/Chemicals  

5.  BahayaKebakaran     13

Fire Hazard  

6   Prinsip dan Peraturan Umum Keselamatan     1

 General Safety Principles and Regulations  

7.  Surat Persetujuan untuk Aktivitas Berbahayanggi     23

Prior Approval for High-Hazard Activity  

8.  Jenis-Jenis Pemada Kebakaran  Kebakaran     24

Fire Extinguisher Types  

9.  KetentuanPembuangan Limbah BahaKimia     26

  Chemical Waste Disposal Procedure  

10.PeraturanKeselamatanKerja     28

Regulation of Safety


Formulir Perijinan Keselamatan (FPK) untuk Penggunaan (Wajib)

Safety Authorization Form (PDF) to Use (Required)


 

 

  KATA     PENGANTAR                

 

Foreword

 

Keselamatan dalam ruang kerja adalah tanggung jawab hukum dan moral yang penting untuk semua pengawas . Pengetahuan tentang keamanan tempat kerja dan melakukannya secara nyata akan menyediakan persiapan yang dibutuhkan untuk melanjutkan tanggung jawab profesional Saudara sekarang dan setelah waktu Saudara di ruang kerja.

safety is a significant legal and moral responsibility for all supervisors. Learning about laboratory safety and putting it into practice now will provide you the necessary preparation to assume your professional responsibilities here and after your time at your office.

Kami telah mencoba untuk membuat panduan ini agar singkat dan terfokus pada butir-butir penting. Kami mengharapkan Saudara untuk membacanya dengan hati-hati dan menyimpannya sebagai acuan bekerja. Kami cukup beruntung bahwa kami tidak pernah mengalami kecelakaan yang serius dalam sejarah, namun ada beberapa kejadian dimana kecelakaan kecil terjadi. Jika Saudara mengikuti prosedur keselamatan di dalam panduan ini, Saudara dapat membantu menjaga catatan keamanan kami yang baik. Keselamatan adalah tanggung jawab Saudara dan kami. Semua pekerja diharapkan untuk menjaga sikap yang profesional terhadap keselamatan mereka dan orang lain.

We have tried to make this manual short and focused on the essential points. We expect you to read it carefully and keep it as a reference during working. We have been fortunate that we have had no serious accidents in the history, but there have been a few instances when it has been narrowly avoided. If you follow the procedures in this manual, you can help to maintain our good safety record. Safety is your responsibility as well as ours. All worked are expected to maintain a professional attitude toward their safety and that of others.

Saudara diwajibkan untuk melengkapi Formulir Perijinan Keselamatan , sebelum menggunakan fasilitas apapun di dalam. Saudara juga diwajibkan untuk mengambil Training Keselamatan bekerja di dalam tempat kerja saudara

You must complete a Safety Authorization Form prior to using any facilities. You are also required to take the appropriate Plant Safety course before working in your office. 

Peraturan tentang Keamanan, Kesehatan, dan KeselamatanKerja (K3L)mengharuskan semua yang bekerja yang mungkin terpapar bahan kimia untuk menerima pelatihan. Program ini mencakup informasi mengenai Standar Operational K3L, toksikologi, lembaran data keamanan material (Material Safety Data Sheet atau MSDS), dan video mengenai keselamatan. Program ini juga mencakup potensi bahaya terkait dengan penggunaan bahan berbahaya termasuk pengenalan tanda-tanda dan gejala dari paparan yang berlebihan serta tindakan yang tepat dalam menangani tumpahan, kebocoran, atau pemaparan lainnya.

The regulation about Security, Health, and Safety) mandate that all workers who may be exposed to chemicals receive training. This program includes information on Laboratory Standard SHS, toxicology, Material Safety Data Sheets (MSDS), and videos on laboratory safety. It also covers potential hazards associated with chemical usage including recognizing signs and symptoms of overexposure and proper responses to spills, leaks or other exposures.

Jika Saudara memiliki pertanyaan atau komentar mengenai keselamatan kerja, silakan menghubungi salah satu anggota SatuanTugas KeselamatanKerja. Semoga Saudara mendapatkan pengalaman yang produktif, aman dan memuaskan di tempat kerja anda

If you have questions or comments about safety, please contact one of the members of the Safety Task Force. Best wishes for a productive, safe and satisfying educational experience in your office.


  

BAB 1

             PENDAHULUAN   

Chapter 1

Introduction

 

Kami telah menyediakan tempat sebagai tempat untuk melakukan pekerjaan. Ruangan ini tidak boleh digunakan untuk tujuan selain untuk operational kantor. Kesehatan dan keselamatan Saudara dan kolega Saudara adalah tanggung jawab utama Saudara. Pastikan Saudara mengambil kursus pelatihan keselamatan dan telah memahami buku panduan ini dengan baik

We has provided office space for your convenience. These rooms are to be used to carry as well as a place to work. They are not to be used for any other purposeaside from work oriented. The health and safety of you and your colleagues is your primary responsibility. Be sure to take the appropriate safety training course and has understood as well as known and be able to operate the equipment according to its operation procedure before beginning any experiments.

Satuan Tugas Keselamatan Kerja kami bertanggung jawab untuk merumuskan dan menegakkan peraturan departemen keselamatan. Peraturan keselamatan ini berlaku setiap saat. Satuan Tugas Keselamatan Kerja bertanggung jawab kepada Manajemen. Anggota Satuan Tugas  Keselamatan Kerja adalah:

Our Taskforce of Safety Unit is responsible for formulating and enforcing department safety regulations. These safety regulations apply at all times. The Taskforce of Safety Unit reports to the managerial. Members of the Taskforce of Safety Unit are:

 

Nama

Name   

Posisi

Position

Telpon

Phone

Ruang

Room

 

 

 

 

Koordinator

Coordinator

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengadaan PirantiTool procurement

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Program

Program

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam menjalankan tugasnya, Satuan Tugas Keselamatan Kerja dibantu oleh Gugus-Gugus Keselamatan Kerja yang berasal dari setiap lantai yang telah ditunjuk dan dilatih secara khusus.

In performing their duty, the Taskforce of Safety floor is assisted by Clusters of Safety Unit from eachlaboratory who have been appointed and trained specifically.                    

Salinan Keselamatan Kerjadi ini disediakan oleh departemen, yang dapat Saudara gunakan sebagai referensi keselamatan. Salinan buku ini juga terletak di setiap lantai.

A copy of the Safety is provided by the department, which you can use as a safety reference. A copy of this booklet is also located in each floor.


  

BAB 2

PEMERIKSAAN DAN PENEGAKAN KESELAMATAN

Chapter 2

Safety Inspections and Enforcement

 

Pemeriksaan keselamatan akan dilakukan secara periodik untuk memeriksa kepatuhan terhadap peraturan keselamatan di Program tempat kerja anda. Pemeriksaan akan dilakukan oleh K3L bersama-sama dengan wakil SatuanTugas KeselamatanKerja. Hasil pemeriksaan akan dirangkum di dalam laporan yang ditujukan untuk pimpinan yang bertanggung jawab, koordinator fasilitas, dan manajer administrasi.

Periodic safety inspections will be conducted to check compliance with safety regulations. The inspections are conducted by the K3L together with Taskforce of Safety Unit representative. Results of the inspection are summarized in a report directed to the faculty membe, the facility coordinator, and the administrative manager.

Pemeriksaan berkala ini akan membantu Saudara untuk mengidentifikasi bahaya keamanan di dalam ruang kerja Saudara dan akan mengingatkan Saudara mengenai persyaratan keselamatan rutin kami. Penasihat atau kelompok pengawas yang ditunjuk bertanggung jawab untuk melakukan audit rutin serta anggota pengguna. Peralatan dan prosedur kerja akan dihentikan jika tidak sesuai dengan praktik keselamatan yang ditetapkan.

These periodic inspections will help you identify safety hazards in your office and will remind you of our routine safety requirements. Advisors or their designated group supervisor are responsible for routine auditing of their and user personnel. Equipment and procedures will be shut down if they are not in accordance with the established safety practices.

Ketika petugas inspeksi keselamatan kerja mendeteksi pelanggaran peraturan keselamatan, panduan kedisiplinan berikut ini direkomendasikan:

·      Peringatan Awal – verbal di tempat peringatan. Baca ulang peraturan secara menyeluruh untuk memastikan Saudara sudah mengerti seluruhnya. Laporkan ke Kepala Regu.

·       Hukuman – berikan sebuah hukuman. Pengulangan pelanggaran yang ditemukan pada pemeriksaan keselamatan harus dilaporkan secepatnya ke pimpinan Masalahkeselamatan harus benar-benar diselesaikan dengan mengorbankan pekerjaan rutin .

·       When safety inspector detects safety rule violations, the following disciplinary guides are recommended:

·       Initial warning - Verbal on the spot warning. Review rules thoroughly to ensure complete Supervisor of Department.

·       Punishment–Give a penalty. A repeat violation noted on the safety inspection report demands immediate attention to the Head of departement,. The safety problem must be completely resolved at the expense of the regular work.

Ketika Saudara menyadari masalah keselamatan, hubungi Satuan Tugas Keselamatan Kerja. Mereka adalah sumber informasi yang terbaik. Saudara juga bisa menghubungi Satuan Tugas Keselamatan Kerja untuk masalah sehari-hari atau untuk pertanyaan mengenai rancangan peralatan.

When you become aware of a safety problem, contact a Taskforce of Safety Unit. They are the best source for information. You can also contact Taskforce of Safety Unitconcerning day-to-day problems or equipment design questions.


  

BAB 3 

KECELAKAAN DAN CIDERA     

Chapter 3

Accidents and Injuries

 

Segera laporkan semua kecelakaan atau cedera kepada Satuan Tugas Keselamatan Kerja, untuk penyelidikan. Laporan kecelakaan (formulirtersedia) harus diajukan dalam waktu 24 jam dari kecelakaan untuk menerima ganti rugi karyawan. Hanya karyawan yang menerima gaji melalui kantor direktur keuangan yang berhak untuk menerima ganti rugi karyawan. Semua pekerja diharuskan untuk menggunakan asuransi kesehatan mereka. Luka ringan dapat diobati dengan menggunakan peralatan P3K yang disediakan di setiap departement. Jika orang yang terluka tidak bisa dipindahkan, panggil ambulan.

Immediately report all accidents/injuries to Taskforce of Safety Unit for investigation. Accident reports (form available via website) must be filed within 24 hours of an accident for Worker's Compensation coverage. Only employees receiving a paycheck through are eligible for Worker's Compensation coverage. All other workers are required to use their medical insurance. Minor injuries may be treated from the first-aid cabinets provided in your office. In case of more serious injuries, go immediately to the Medical Clinic. If the person can't be moved, call the ambulance.

Biasakan diri Saudara dengan prosedur darurat dan pelajari bagaimana caranya untuk mendapatkan bantuan tambahan pada saat keadaan darurat. Kenali cara menggunakan peralatan darurat di area kerja Saudara. Semua orang harus mengenal lokasi dan cara penggunaan telepon darurat, alat keselamatan, peralatan mencuci mata, dan alat perlindungan diri.

Familiarize yourself with emergency procedures and learn how to obtain additional help in an emergency. Know how to use the emergency equipment in your work area. Everyone must be familiar with the location and use of emergency telephones, safety showers, eye wash equipment, and personal protective equipment.


  

 

BAB

4

   HAK UNTUK TAHU/ BAHAN / ALAT

Chapter 4

Right to Know Law / Chemicals

 

Hak untuk Tahu –memberikan karyawan hak mengenai bahan/ alat 2 berbahaya.

Right to Know Law - giving employees specific rights regarding hazardous substances.

Pimpinan memberitahukan pekerja yang bekerja di laboratoriumnya bahwa mereka dapat meminta informasi tertulis mengenai bahaya yang berhubungan dengan zat beracun yang mungkin terkena. Informasi tertulis tersebut harus tersedia dalam waktu tiga hari kerja atau pekerja dapat menolak untuk bekerja dengan zat tersebut tanpa takut menghadapi tindakan disipliner atau diskriminatif.

Head of Departementt notify workers that they may request written information on hazards associated with toxic substances to which they may be exposed. Requested material must be presented within three working days or the employee may refuse to work with the substance without fear of disciplinary or discriminatory action.

Jika pekerjaan Saudara melibatkan penggunaan, penanganan, atau dinyatakan akan terkena zat berbahaya, Saudara perlu menemui pimpinan Saudara untuk mendapatkan petunjuk keselamatan secara lengkap. Semua bahan kimia mampu menyebabkan cedera. Saudara harus melatih perawatan dan kebijaksanaan Saudara ketika menggunakan bahan kimia karena tindakan pencegahan sederhana (seperti mencegah semua kontak tubuh dengan bahan kimia serta tidak pernah menghirup asap bahan kimia) dapat melindungi Saudara dari bahaya yang dikenal dan tidak dikenal.

If your job involves using, handling or being otherwise exposed to hazardous substances, you need to see your supervisor for detailed safety instructions. All chemicals are capable of causing injury. You must exercise care and discretion when using chemicals since simple precautions (such as preventing all bodily contact with chemicals and never breathing fumes) can protect you from known and unknown hazards.


 

BAB 5

BAHAYA KEBAKARAN

Chapter 5

Fire Hazard

 

Kenalkan diri Saudara dengan penggunaan yang tepat dan lokasi pemadam kebakaran dan kotak alarm kebakaran. Kotak alarm kebakaran harus digunakan untuk semua kebakaran. Selalu waspada akan pintu darurat terdekat.

Acquaint yourself with the proper use and location of the fire extinguishers and fire alarm boxes. Fire alarm boxes are to be used for all fires. Always be aware of the closest fire exit.

Pastikan bahwa pemadam kebakaran yang tepat (lihat jenis pemadam kebakaran di bawah) tersedia ketika melakukan kerja dimana terdapat bahaya kebakaran. Alat pemadam kebakaran hanya untuk digunakan oleh teknisi keamanan atau anggota gugus keselamatan kerja, kecuali jika mereka berada dalam bahaya.

Verify that the proper fire extinguisher (see fire extinguisher types below) is available when conducting work involving a fire hazard exists. Extinguishers are for use by emergency personnel or member of Clusterof Safety Unit only, unless they are at stake.

Harap memeriksa segel pada alat pemadam kebakaran. Jika segel rusak, segera laporkan kepada Satuan Tugas Keselamatan Kerja.

Please inspect the seal on a fire extinguisher. If it is broken, report it immediately to Taskforce of Safety Unit.

Semua kebakaran, terlepas dari ukurannya, harus dilaporkan secepatnya kepada Satuan Tugas Keselamatan Kerja untuk penyelidikan.

All fires, regardless of size, must be reported immediately to Taskforce of Safety Unit for investigation.


 

BAB 6

PRINSIP DAN PERATURAN UMUM KESELAMATAN

Chapter 6

General Safety Principles and Regulations

 

Peraturan ini berlaku di seluruh tenaga kerja. Di daerah-daerah khusus dimana peraturan tambahan berlaku, harap memperhatikan setiap pemberitahuan khusus yang diumumkan. Selalu waspada terhadap prosedur keamanan yang berlaku untuk pekerjaan yang dilakukan. Ini adalah tanggung jawab Saudara untuk menentukan bahaya-bahaya tertentu yang terlibat dalam pengoperasian atau penanganan alat, bahan, dan bahan/ alat diperlukan.

These regulations apply throughout all of Department . In particular areas where additional regulations are in force, please make a note of any special notices posted. Always be aware of the safety procedures that apply to the work being done. It is your responsibility to determine the particular hazards involved in operating or handling apparatus, materials, and tool required in your job.

 

A.  Peralatan Keselamatan

     Safety Equipment

 

-       Alat pemadam kebakaran yang tepat untuk bahaya kebakaran di laboratorium harus dipasang dengan baik ke benda yang diam yang mudah dijangkau dan tidak bisa dijatuhkan. Silakan merujuk ke informasi mengenai jenis-jenis alat pemadam kebakaran untuk mengetahui jenis-jenis alat pemadam kebakaran.

Fire extinguisher(s) appropriate to fire hazards in the lab must be securely mounted to a stationary object so that it is easily located and it cannot be knocked over. Please refer to information concerning fire extinguisher types in fire extinguisher types.

 

-       Kacamata keselamatan dengan pelindung samping harus digunakan setiap saat di daerah laboratorium. Lensa kontak tidak boleh digunakan di daerah dimana bahan kimia atau pelarut digunakan. Tingkat toleransi minimal perlindungan mata untuk penanganan bahan kimia atau daerah sekitar operasi tersebut adalah:

  1. Goggles bersisi lembut, bertudung, dan berventilasi, atau
  2. Goggles bersisi lembut, bertudung, dan berventilasi di atas kacamata tanpa pelindung samping, atau
  3. Pelindung muka diatas kacamata keselamatan biasa dengan pelindung samping yang bisa dipisahkan.

Safety glasses with side shields must be worn at all times in office areas. Contact lenses are not to be worn in areas where chemicals or solvents are used. The minimum acceptable level of eye protection for chemical handling or even being in the vicinity of such operations will be:

  1. Soft-sided, hooded vent goggles alone, or
  2. Soft-sided, hooded vent goggles over prescription glasses without side shields, or
  3. A face shield over standard safety glasses with integral side shields

 

Pekerjaan di tempt keja, bahkan ketika bahaya mata minimal, memerlukan kacamata keselamatan dengan pelindung samping yang bisa dipisahkan atau kacamata dengan pelindung samping yang bisa dipasang. Untuk memesan goggles keamanan standar hubungi toko-toko khusus yang bersertifikasi.

General area work, even when minimal eye hazard is present, requires safety glasses with integral side shields or prescription glasses with slip-on side shields. To order standard safety goggles, contact particular certified stores.

 

Sumber sinar UV dan sinar laser memiliki bahaya lainnya. Saran dari dosenpembimbingSaudara atau dari koordinator keselamatan harus diperoleh sebelum menggunakan peralatan ini.

UV sources and lasers pose other hazards. Advice from your supervisor or a Safety Coordinator must be obtained before using this equipment.

 

Semua pekerja harus mengetahui tempat pencucian mata terdekat dan yakin bahwa tempat pencucian mata tersebut bekerja. Segera laporkan setiap kerusakan tempat pencucian mata kepada Satuan Tugas Keselamatan Kerja.

All personnel must be aware of the nearest eyewash station and be certain that it is in working order. Immediately report any malfunctioning eyewashes to Taskforce of Safety Unit.

B. Kesadaran

    Awareness

-       Semua bahan /alat, peralatan listrik, magnet, bahan biologis, radioaktif, dan temperatur ekstrim harus diberi label secara jelas disertai dengan tanda peringatan. 

All chemicaL, electrical, magnetic, biological, radioactive, and extreme temperature hazards must be clearly labeled with an affixed warning sign.

-      Nama dan nomor telepon kontak darurat harus diberikan untuk saat ketika mati lampu atau kecelakaan. Ini terutama sangat penting untuk peralatan yang sangat sensitif dan peralatan yang bekerja 24 jam per hari. Semua bahan kimia di area kerja harus diberi label dengan keterangan identitas dan tanggal pembelian atau tanggal ketika bahan disimpan dalam wadah yang digunakan sekarang. Ini berlaku untuk semua bahan kimia baik yang berbahaya maupun yang tidak berbahaya.

An emergency contact name and phone number must be identified on each piece of experimental equipment in the event of a power failure or accident. This is especially important for highly sensitive equipment and equipment that runs 24 hours per day.All chemicals in the work area must be labeled with identification and date of purchase or date on which they were stored in their present containers. This applies to both hazardous and non-hazardous chemicals.

-Semua anggota  harus mengetahui dimana kacamata keselamatan dan sarung tangan diletakkan di dalam tempat kerja.

All laboratory personnel must know where safety and gloves are located in the job.

-     Pintu kantor harus dikunci setiap saat untuk alasan keamanan. Bahkan ketika area ditempati.

Office doors must be locked at all times for security reasons.  Even when the work area is occupied.

 

C. Penyimpanan

    Storage

Semua daerah penyimpanan harus ditentukan secara jelas dan dipisahkan dari tempat kerja rutin (sebagai contoh tidak ada penyimpanan di etalasi atau di atap). Jarum suntik harus disimpan di tempat yang terkunci dan aman. Tabung suntik dan jarum suntik yang dicuri atau hilang harus segera dilaporkan ke Satuan Tugas Keselamatan Kerja. Semua tabung gas harus dirantai secara aman atau ditempelkan pada benda diam untuk mencegah tabung jatuh secara tidak sengaja.

All storage areas must be clearly designated and separated from routine workspace (i.e. No storage on counter tops or in hoods).Hypodermic needles must be stored in a locked, secure place. Lost or stolen syringes and needles must be reported immediately to Taskforce of Safety Unit.All gas cylinders must be securely chained or clamped to stationary objects to prevent accidental tipping.

 

D.  Rumah Tangga

     Housekeeping

Lorong dan pintu keluar harus dapat diakses dengan mudah dan tidak boleh terhalangi oleh peralatan atau obyek yang disimpan di dalam laboratorium. Tempat penyimpanan dapat disediakan oleh perusahaan dengan permintaan kepada Satuan Tugas Keselamatan Kerja.

Alleyway and exits must be easily accessible and must NOT be blocked by equipment or by objects stored in the work area. Storage space may be provided by the department by request to a Taskforce of Safety Unit.

Ketika meninggalkan ruangan, matikan semua lampu dan peralatan listrik yang tidak digunakan dan kunci pintunya.

When leaving a room, turn off all unnecessary lights and electrical appliances and lock the door.

Kendaraan bermotor dan sepeda tidak boleh disimpan di dalam larea kerja atau kantor.

Motor cycle and bicycles are not allowed to be stored in the work area or offices.

Peralatan yang rusak dan tidak dibutuhkan harus disimpan pada tempatnya.

Broken tool are to be taken to the metal container on the loading dock.

 

E. Pembuangan limbah

    Disposal of Wastes

Tidak ada akumulasi limbah kertas atau material terbakar lainnya yang akan diijinkan. Bahan yang tumpah harus dibersihkan segera dengan menggunakan peralatan tumpahan yang diletakkan di setiap gedung. Pembuangan bahan yang digunakan untuk membersihkan harus dilakukan segera sesuai dengan panduan pembuangan limbah. Pada saat terjadi tumpahan merkuri, hubungi SatuanTugasKeselamatanKerja. Tumpahan merkuri sangat berbahaya, jangan melakukan tindakan jika tidak mengetahui prosedurnya.

No accumulation of waste paper or other flammable materials will be permitted.Spilled materials must be cleaned up promptly with the spill kit located in each building. Disposal of clean-up materials must be carried out promptly according to the guidelines for disposal of wastes. In the event of a mercury spill, contact Taskforce of Safety Unit. The mercury spill is strongly dangerous, do not do any actions if you don’t know precisely the procedure.

Setiap pekerja  bertanggung jawab untuk pembuangan limbah yang dilakukan secepat mungkin dan secara aman sesuai dengan prosedur departemen.

Individual  workers are responsible for the prompt and safe disposal of wastes according to department procedures.

Setiap benda tajam (misalnya jarum, pipet, slide, silet, tabung darah) yang kontak dengan bahan yang berinfeksi atau bahan biologis yang berbahaya harus dibuang ke dalam wadah benda tajam dan lain-lain yang tidak kontak dengan bahan biologis berbahaya tai yang tidak digunakan dalam perawatan hewan atau penelitian, atau limbah kimia berbahaya, dapat dibuang ke kotak fiberboard yang kokoh yang digunakan untuk mengumpulkan pecahan kaca. Ketika kotak ini penuh, kotak ini dapat dilem supaya isi kotak tidak tumpah, kemudian dibuang di tempat sampah biasa.

Any "SHARPS" (e.g. needles, pipettes, slides, razor blades, blood tubes) in contact with infectious or biohazardous material must go into a sharps container that have not come in contact with biohazardous material or not used in animal care or research, or any chemical hazardous waste, can go directly into a sturdy fiberboard box used to collect broken glass. When this box is full it can be taped up, so as not to spill its contents, and discarded in the regular trash. 

Setiap jarum atau alat suntik yang sudah digunakan ataupun yang belum digunakan, tidak peduli penggunaannya, harus selalu diletakkan di dalam wadah benda tajam. Semua pekerja di departemen diminta untuk menyimpan limbah tersebut sementara di dalam wadah tahan tusukan untuk diambil oleh Satuan Tugas Keselamatan Kerja kemudian untuk diinsenerasi dan pembuangan.

Any used or unused needles or hypodermic syringes, regardless of use, must always be placed in a sharps container. All technical in this department are asked to temporarily store such waste materials in puncture-resistant containers for pick-up by Glenn Swan and eventual incineration and disposal.

 

F.  Operasi

    Operations

Seluruh Pekerja dan peralatan harus terlindung dari suhu, listrik, dan bahaya kimia selama pengoperasian alat.

All employed and equipment must be shielded from temperature, electrical, and chemical hazards during operation of equipment.

Kontak listrik tidak boleh kelebihan beban. Kabel listrik harus disimpan dalam keadaan baik. setiap kabel di lantai harus dilindungi dari lalu lintas tempat kerja dengan menggunakan jembatan kabel.

Electrical outlets must not be overloaded. Electrical cords are to be kept in good repair. Any cords on the floor must be protected from work area traffic by cable bridges.

Kabel listrik non-logam tidak boleh digunakan sebagai pengganti kabel permanen. Kabel yang fleksibel dan kabel tidak boleh dipasang melalui lubang di dinding, atap, lantai, dan sebagainya.

Nonmetallic electrical wiring shall not be used in place of permanent fixed wiring.Flexible cords and cables are not to be routed through holes in walls, ceilings, floors, etc.

Tag pengunci harus digunakan untuk mencegah kenaikan energi mendadak selama konstruksi dan perawatan. Ini berlaku untuk sistem listrik, pneumatik, kimia, hidrolik, dan sistem panas.

Lockout tags must be used to prevent accidental energizing of equipment during construction and maintenance. This applies to electrical, pneumatic, chemical, hydraulic, and thermal systems.

Peralatan harus dipasang dengan benar pada permukaan yang aman, permanen, dan horizontal untuk mencegah benda jatuh secara tidak sengaja.

Equipment  must be properly mounted on secure, permanent, horizontal surfaces to prevent tipping or accidental falls.

Gunakan plexiglas untuk melindungi wadah kaca dari segala sisi. Ini akan meminimalkan bahaya untuk pekerja yang bekerja  dekat dengan potensi ledakan.

Use plexiglas to shield evacuated glass vessels on all sides. This will minimize danger to personnel working nearby from potential implosion.

 

Jangan menyiasati peralatan keselamatan. Sebagai contoh, sistem listrik yang dilengkapi dengan kabel 3-konduktor harus di-ground dengan benar.

DO NOT circumvent safety devices. For example, all electrical equipments provided with 3-conductor cord must be properly grounded.

 

Hanya peralatan yang disetujui oleh Satuan Tugas Keselamatan Kerja yang boleh dibawa ke tempat kerja saudara, seperti mesin pembuat kopi, radio, atau kipas angin.

Only appliances approved by Taskforce of Safety Unit can be brought into your room, e.g. coffee pots, radios or fans.

 

Teknisi melakukan semua koneksi listrik yang dihubungkan ke gedung. Kebutuhan hubungan kabel dapat ditujukan ke Satuan Tugas Keselamatan Kerja.

Technical electricians must do all electrical wirings connected to the building. Wiring needs can be addressed to Taskforce of Safety Unit.

 

Tabung gas terkompresi harus dipasang dengan baik setiap saat ke bangku atau dinding yang dilengkapi dengan penjepit tabung atau rantai/tali. Ketika menyimpan atau memindahkan tabung, selalu pasang tutup keamanan dengan baik untuk melindungi sistem keran. Pemindahan tabung gas harus menggunakan gerobak roda yang dirancang khusus untuk tabung gas.

Compressed gas cylinders must be firmly secured at all times by a bench- or wall-mounted cylinder clamp or chain/strap. When storing or moving a cylinder, always attach the safety cap securely to protect the valve system. Transport the cylinder only on a wheeled cart specifically designed for gas cylinders.

 

Hanya orang terlatih dan yang berwenang yang boleh mengoperasikan peralatan kerja.

ONLY trained and authorized personnel can operate equipment.

 

Pintu keluar harus menyediakan jalan keluar yang bebas dan tidak terhalang.

Exits must provide free and unobstructed egress.

 

Bahan-bahan tidak boleh ditempatkan atau disimpan di tangga atau koridor.

Materials shall not be placed or kept in stairways or corridors.

 

Pintu kebakaran tidak boleh terhalang atau diganjal terbuka.

Fire doors must never be blocked or propped open.

 

Penggunaan doorstops, wedges, atau alat lain non-otomatis yang menahan pintu tetap terbuka dilarang.

Use of doorstops, wedges or other non-automatic hold-open devices is prohibited.

 

Tidak ada orang yang diijinkan berada di atap kapan pun untuk alasan apapun. Satuan Tugas Keselamatan Kerja memberlakukan kebijakan perusahaan ini dengan keras.

No one is permitted on the roof of the building at anytime, for any reason. The Taskforce of Safety company vigorously this campus policy. 

 

Untuk informasi mengenai bahaya UV dan sinar laser, dan peraturan mengenai “sumber radiasi terionisasi” (misalnya x-ray), silakan menghubungi Satuan tugas Keselamatan Kerja.

For information regarding UV and laser hazards, and regulations on "ionizable radiation sources" (e.g. x-rays), please contact Taskforce of safety Unit.

 

G.  Praktik Keselamatan Pribadi

      Personal Safety Practices

 

Kontaminasi dari makanan, minuman, dan rokok merupakan rute yang potensial untuk terpapar zat beracun. Merokok TIDAK diijinkan di lokasi manapun di dalam gedung. Tidak ada makanan atau minuman yang boleh disimpan atau dikonsumsi di area berbahaya, bahkan jika  untuk sementara digunakan sebagai ruang kantor. Peralatan gelas dan perkakas yang pernah digunakan untuk operasional tidak boleh digunakan untuk menyiapkan atau mengkonsumsi makanan atau minuman. 

Contamination of food, drink and smoking materials is a potential route for exposure to toxic substances. Smoking is NEVER permitted anywhere in the building. No food or beverages are to be stored or consumed in any work area,  

 

Cuci tangan dengan baik sebelum meninggalkan daerah area kerja.

Wash well before leaving work area.

 

Jangan pernah meninggalkan daerah atau menyentuh benda sambil mengenakan sarung tangan yang mungkin terkontaminasi dengan zat yang tidak aman. Ini akan menyebabkan semua orang di dalam gedung terkena risiko.

Never leave your touch surfaces while wearing gloves that might be contaminated with an unsafe substance. This places everyone in the lab and building at risk.

 

Tidak ada kaki yang telanjang yang diijinkan. Sepatu keselamatan atau minimal sepatu yang memberikan perlindungan yang maksimal dianjurkan.

No bare feet are allowed. Safety shoes or at least footwear providing maximum foot coverage are recommended.

 

Untuk keselamatan Saudara sendiri, jangan pernah bekerja di area kerja sendirian. Selalu periksa apakah ada orang lain yang hadir di lantai Saudara jika pertolongan darurat diperlukan.

For your own safety, never work alone in any area. Always check if someone else is present on your work area  floor in case emergency help is required.

 

Ketika Saudara menemui seseorang yang pingsan di dalam area kerja, segera laporkan ke Satuan Tugas Keselamatan Kerja. Jangan pernah masuk kedalam area kerja untuk menolong sebelum Saudara tahu secara jelas faktor apa yang menyebabkannya. Pastikan tidak ada gas beracun di dalam tempat kerja saudara yang menjadi penyebab kecelakaan.

When you see someone faint in the laboratory, report immediately to Taskforce of Safety Unit. Never enter to work area to help before you know well the factors causing it. Make sure there is no toxic gases inside your worked causing the accidents.

  

BAB 7

SURAT PERSETUJUAN UNTUK AKTIVITAS SANGAT BERBAHAYA

Chapter 7

Prior Approval for High Hazard Activity

 

Satuan Tugas Keselamatan Kerja harus memberikan persetujuan (setuju/tidaksetuju) semua jenis kegiatan yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi sebelum pelaksanaan. Pimpinan bertanggung jawab untuk mengenali aktivitas yang memiliki tingkat bahaya tinggi dan menyajikan rincian pekerjaan kepada Satuan Tugas Keselamatan Kerja. Selain persetujuan Satuan Tugas Keselamatan Kerja, beberapa keadaan mungkin memerlukan persetujuan perusahaan.

The Taskforce of Safety must give approval (approved/not approved) any high-hazard type of activity prior to implementation. The Head of company is responsible for identifying the high-hazard activity and presenting the details of the proposed work to the Taskforce of Safety Unit. In addition to departmental approval, some circumstances may require the approval of the company


  

BAB 8

JENIS-JENIS PEMADAM KEBAKARAN

Chapter 8

Fire Extinguisher Types

 

 

Kelas A

Untuk Kelas A, kebakaran terjadi untuk bahan bakar biasa, seperti kayu, kertas, kain, kain pelapis, plastik, dan material sejenisnya, gunakan air atau alat pemadam kebakaran bahan kimia kering dengan salah satu simbol ini pada label.

Peringkat alat pemadam kebakaran untuk kelas ini menyatakan jumlah air yang dikandung oleh alat pemadam kebakaran dan jumlah api yang akan dipadamkannya.

Class A

For Class A fires in ordinary combustibles, such as wood, paper, cloth, upholstery, plastics, and similar materials, use a water or dry chemical extinguisher with either of these symbols on the label.

The numerical rating for this class of fire extinguisher refers to the amount of water the fire extinguisher holds and the amount of fire it will extinguish.

 

 

Kelas B

Untuk Kelas B, kebakaran dipicu oleh cairan atau gas yang mudah terbakar, seperti minyak dapur, cat, minyak, minyak tanah, dan bensin, gunakan alat pemadam kebakaran bahan kimia kering atau alat pemadam kebakaran dengan karbon dioksida dengan salah satu simbol di label. Jangan pernah menggunakan air.

Peringkat alat pemadam kebakaran untuk kelas ini menyatakan perkiraan jumlah kaki persegi api dari cairan yang mudah terbakar dimana orang yang tidak ahli dapat padamkan.

Class B

For Class B fires fueled by flammable liquids and gasses, such as kitchen greases, paint, oil, kerosene and gasoline, use a dry chemical or carbon dioxide extinguisher with either of these symbols on the label. Never use water.

The numerical rating for this class of fire extinguisher states the approximate number of square feet of a flammable liquid fire that a non-expert person can expect to extinguish.

 

 

Kelas C

Untuk Kelas C, kebakaran melibatkan peralatan listrik atau kabel, gunakan alat pemadam kebakaran bahan kimia kering atau alat pemadam kebakaran dengan karbon dioksida dengan salah satu simbol pada label. Jika memungkinkan, putuskan hubungan listrik terlebih dahulu. Setelah listrik diputus, kebakaran menjadi kelas A atau B. Jangan pernah menggunakan air.

Huruf “C” menyatakan bahwa agen pemadam adalah non-konduktif.

Class C

For Class C fires involving live electrical equipment or wires, use a dry chemical or carbon dioxide extinguisher with either of these symbols on the label. If possible, cut off power first. Once the power is turned off, the fire becomes Class A or B. Never use water.

The presence of the letter "C" indicates that the extinguishing agent is non-conductive.

 

 

Kelas D

Alat pemadam kebakaran Kelas D dirancang untuk digunakan pada logam yang mudah terbakar dan biasanya spesifik untuk jenis logam tertentu. Tidak ada penanda gambar khusus untuk alat pemadam kebakaran kelas D. Pemadam kebakaran kelas ini biasanya tidak memiliki peringkat ataupun memiliki tujuan lainnya untuk penggunaan pada kebakaran tipe lainnya.

Class D

Class D Extinguishers are designed for use on flammable metals and are often specific for the type of metal in question. There is no picture designator for Class D extinguishers. These extinguishers generally have no rating nor are they given a multi-purpose rating for use on other types of fires.

 

 


  

 

BAB 9

KETENTUAN PEMBUANGAN LIMBAH / SAMPAH

Chapter 9

Chemical Waste Disposal Provision

 

Dibungkus dengan benar.

Package properly.

Polietilen dapat digunakan untuk limbah padat yang non-reaktif.

Polyethylene acceptable for non-reactive solid waste.

Kaleng logam tidak boleh digunakan karena masalah korosi.

Metal cans not acceptable due to corrosion problems.

Beri label nama dengan benar.

Label Properly

Beri label setiap wadah dengan menggunakan label yang tersedia dari Satuan Tugas Keselamatan Kerja.

Label each container with a label available from Taskforce of Safety Unit.

 

Isi formulir dengan lengkap: biarkan tanggal kosong, masukkan nama bahan kimia, periksa semua kategori. Wadah tidak bisa diambil tanpa nama bahan kimia. Jangan mencampur bahan kimia yang tidak kompatibel dalam satu botol. Klasifikasi kategori yaitu:

Fill out forms completely: leave date blank, include chemical name, check all categories. It cannot be picked up without the chemical name. Do not mix incompatible chemicals in onebottle. Category classifications are:

Kategori

Category

Bahan Kimia

Chemicals

Racun

Poison

Toluen (toluene)

Aseton (acetone)

Natrium klorida (sodium chlorite)

Pelarut mudah terbakar

Flammable Solvent

Toluen (toluene)

Aseton (acetone)

Metanol (methanol)

Xylen (xylene)

Pelarut Halogen

Halogen Solvent

Metilen klorida (methylene chloride)

Karbon tetraklorida (carbon tetrachloride)

Kloroform (chloroform)

Oksidan

Oxidizer

Asam dikroluat (acid dichroluate)

Asam kromat (chromic acid)

Hidrogen peroksida (hydrogen peroxide)

Nitrat (nitrates)

Padatan Mudah Terbakar

Flammable solid

Urea nitrat (urea nitrate)

Asam picric (picric acid)

Natrium amida (sodium amida)

Asam Korosif

Corrosive acid

Asam fluorida (hydrogen fluoride)

Asam klorida (hydrochloric acid)

Alkali Korosif

Corrosive alkali

Amonium hidroksida (hydroxide of ammonium)

Amonium bikarbonat (bicarbonate of ammonium)

Padatan Korosif

Corrosive solid

Asam borat (boric acid)

Merkuri klorida (mercury chloride)

Tembaga nitrat (tembaga nitrat)

Menyebabkan Iritasi

Natrium hidroksida (sodium hydroxide)

Propionil klorida (propionyl chloride)

Fosfor trioksida (phosphorus trioxide)

 

Jelaskan :    Nama Saudara

                   Tempat pengambilan limbah

                   Jumlah bahan / alat

                   Sifat kimia (misalnya pelarut organik)

                   Bahaya yang tidak biasa (misalnya sangat beracun)

                                     

Untuk kasus yang sangat berbahaya, hubungi Satuan Tugas Keselamatan Kerja.

                       

Specify :  Your name

  • Waste pickup site
  • Number of containers
  • Nature of chemicals (e.g. organic solvents)
  • Any unusual hazards (e.g. extreme toxicity)
  • Room number and precise location of waste

 

BAB 10

PERATURAN KESELAMATAN KERJA

Chapter 10

Regulation of Safety

  

 

1.     Bersikap tanggung jawab pada setiap saat anda berada di dalam tempat kerja saudara

Conduct yourself in a responsible manner at all times in your office

2.     Ikuti semua peraturan tertulis dan tidak tertulis dengan baik. Jika anda tidak mengerti suatu peraturan atau suatu prosedur, BERTANYALAH KEPADA KOORDINATOR ANDA SEBELUM MELANJUTKAN AKTIVITAS ANDA.

Follow any written and verbal instructions carefully. If you do not understand a direction or part of a procedure, ASK YOUR TEACHER BEFORE PROCEEDING WITH THE ACTIVITY.

3.     Ketika memasuki ruangan, jangan menyentuh peralatan, bahan kimia, atau material lainnya di daerah area kerja sampai anda diperbolehkan.

When first entering a science room, do not touch any equipment, chemicals, or other materials in the work area until you are instructed to do so.

4.     Dilarang makan, minum, atau mengunyah permen karet di dalam daerah berbahaya. Dilarang menggunakan peralatan gelas sebagai wadah makanan atau minuman.

Do not eat food, drink beverages, or chew gum in dangerous place. Do not use glassware as containers for food or benerages.

5.     Siapkan diri untuk melakukan pekerjaan. Baca semua prosedur dengan seksama sebelum memasuki tempat kerja saudara. Jangan pernah bermain-main di dalam area kerja. Senda-gurau, candaan, dan keisengan adalah tindakan yang berbahaya serta dilarang.

Be prepared for your work. Read all procedures thoroughly before entering your office. Never fool around. Horseplay, practical jokes, and pranks are dangerous and prohibited.

6.     Selalu bekerja di daerah yang berventilasi baik.

Always work in a well-ventilated area.

7.     Perhatikan praktek pemeliharaan yang baik. Daerah bekerja harus selalu dijaga kebersihan dan kerapihannya setiap saat.

Observe good housekeeping practices. Work areas should be kept clean and tidy at all times.

8.     Waspada dan bekerja dengan hati-hati setiap saat ketika berada di dalam ruangan berbahaya. Laporkan kepada dosen secepatnya jika terdapat kondisi yang tidak aman.

Be alert and proceed with caution at all times in dangerous place. Notify the teacher immediately of any unsafe conditions you observe.

9.     Buang semua sisa bahan /alat dengan baik. Jangan mencampurkan bahan kimia di dalam wastafel. Wastafel hanya boleh digunakan untuk air. Pastikan tempat pembuangan bahan kimia dan larutan kimia.

Dispose of all chemical waste properly. Never mix chemicals in sink drains. Sinks are to be used only for water. Check disposal of chemicals and solutions.

10.  Label dan instruksi peralatan harus dibaca dengan seksama sebelum penggunaan. Siapkan dan gunakan alat sesuai petunjuk.

Labels and equipment instructions must be read carefully before use. Set up and use the equipmetn as directed.

11.  Jauhkan tangan dari wajah, mata, mulut, dan tubuh ketika menggunakan bahan kimia atau peralatan . Cuci tangan dengan sabun dan air setelah melakukan semua percobaan.

Keep hands away from face, eyes, mouth, and body while using chemicals or equipment. Wash your hands with soap and water after performing all experiments.

12.  Jangan berkeliaran di dalam ruangan, mengganggu karyawan lain, mengejutkan karyawan lain, atau mengganggu percobaan karyawan lain.

Do not wander around the room, distract other technical, startle other technical  or interfere with the area experiments of others.

13.  Lokasi and prosedur operasi peralatan keamanan harus diketahui, termasuk: P3K and pemadam kebakaran. Lokasi alarm kebakaran dan pintu darurat juga harus diketahui.

Know the locations and operating procedures of all safety equipment including: first aid kit and fire extinguisher. Know where the fire alarm and the exuts are located.

14.  Tindakan yang harus dilakukan jika ada latihan kebakaran selama bekerja di gedung harus diketahui; wadah bahan harus ditutup and semua peralatan listrik dimatikan.

Know what to do if there is a fire drill during a building period; containers must be closed and any electrical equipment turned off.

 

PAKAIAN

CLOTHING

15.  Setiap saat bahan kimia, panas, atau peralatan gelas digunakan, pekerja harus menggunakan safety goggles. TIDAK ADA PENGECUALIAN UNTUK PERATURAN INI.

Any time chemicals, heat, or glassware are used, employed will wear safety goggles. NO EXCEPTIONS TO THIS RULE!

16.  Lensa kontak dilarang dipakai ketika di dalam area kerja

Contact lenses may not be worn in the work area.

17.  Gunakan pakaian yang layak selama berada di dalam ruang kerja. Rambut yang panjang, perhiasan yang menjuntai, serta pakaian yang terlalu longgar berbahaya digunakan ketika berada di dalam laboratorium. Rambut yang panjang harus diikat, perhiasan yang menjuntai serta pakaian yang longgar harus diamankan. Sepatu harus menutupi kaki sepenuhnya. Tidak ada sandal yang diijinkan selama bekerja.

Dress properly during a room activity. Long hair, dangling jewelry, and loose or baggy clothing are a hazard in the laboratory. Long hair must be tied back and dangling jewelry and baggy clothing must be secured. Shoes must completely cover the foot. No sandals allowed.

18.  Jas area atau baju luar harus dipakai selama bekerja

A area coat or smock should be worn during in the work

 

KECELAKAAN DAN LUKA

ACCIDENTS AND INJURIES

19.  Laporkan semua kecelakaan (bahan tumpah, peralatan rusak, dll) atau luka (teriris, terbakar, dll) kepada dosen secepatnya, tidak peduli seberapa kecil kecelakaan atau luka tersebut. Jangan panik.

Report any accident (spill, breakage, etc.) or injury (cut, burn, etc.) to the teacher immediately, no matter how trivial it seems. Do not panic.

20.  Jika anda atau partner anda terluka, panggil dosen anda secepatnya (dan sekencang-kencangnya) untuk menarik perhatian orang. Jangan panik.

If you or your lab partner is hurt, imeediately (and loudly) yell out the person attention. Do not panic.

21.  Jika bahan kimia mengenai mata atau kulit anda, secepatnya dicuci dengan air mengalir selama minimal 20 menit. Panggil petugas anda secepatnya (dan sekencang-kencangnya) untuk menarik perhatian anda.

If a chemical should splash in your eye(s) or on your skin, immediately flush with running water for at least 20 minutes. Immediately (and loudly) yell out the person attention.

 

PENANGANAN PERALATAN DAN PERALATAN LAINNYA

HANDLING EQUIPMENT

26.  Jangan pernah menangani gelas pecah dengan tangan anda. Gunakan sapu dan pengki untuk membersihkan pecahan gelas. Letakkan pecahan gelas di dalam wadah khusus untuk pembuangan.

Never handle broken with your bare hands. Use a brush and dustpan to clean up broken glass. Place broken glass in the designated glass disposal container.

27.  Perhatikan peralatan gelas sebelum pemakaian. Jangan pernah menggunakan peralatan  yang pecah, retak, atau kotor.

Examine glassware before each use. Never use chipped, cracked, or dirty equipment.

28.  Jika anda tidak mengerti cara menggunakan suatu peralatan, TANYAKAN KEPADA KOOEDINATOR!

If you do not understand how to use a piece of equipment, ASK THE COORDINATOR FOR HELP!

29.  Jangan mencuci peralatan  yang panas di dalam air dingin. Peralatan s mungkin pecah.

Do not immerse hot tool in cold water. The tool may shatter.

 

by admin@pt-ltf.com

 
 

 

PT. LTF Indonesia

Pilihan Bahasa