HOME   > REFERENSI  > -Studi Kelayakan Proyek Bangunan Komersil >    -BAB 4 . Aspek Teknis

 
 

   -BAB 4 . Aspek Teknis


 


Aspek teknis bertujuan untuk mengevaluasi semua aspek yang berkaitan dengan hal-hal teknis, baik bersifat umum maupun khusus yang berhubungan dengan rencana pembangunan Fatmawati Square. Aspek-aspek yang erat kaitannya dengan aspek teknis dan fisik pembangunan fisik antara lain :


IV. 1.PERENCANAAN TEKNIS

Hal hal yang perlu diperhatikan dalam suatu rencana proyek properti adalah  sebagai berikut :

  1. Topografi/Countour tanah.
  2. Penyidikan tapak pendahuluan dan analisis.
  3. Pertimbangan lingkungan pada tapak.
  4. Faktor yang mempengaruhi orientasi dan tata letak bangunan.
  5. Rencana pembangunan.
  6. Pencapaian /Sirkulasi
  7. Land Use ( Peruntukan )
  8. Keselarasan dengan   bangunan sekitarnya.
  9. KDB dan KLB
Pembahasan dan Evaluasi dari masing-masing aspek tersebut di atas diuraikan secara garis besar dan ringkas dibawah ini.
 
IV.1.1.Topografi/Countour.   

Dari pengamatan secara visual, kondisi tanah relatif datar dengan kontur yang menanjak ke arah belakang (Timur), muka tanah tertinggi /perbedaan tinggi terhadap Jl. Rs. Ibu. Fatmawati kurang lebih 1,5 m.

IV.1.2.Penyelidikan Tapak Pendahuluan

Batas tapak :
Sebelah Utara  berbatasan  dengan : Tanah ny. Sutinah/Jl, Sawo
Sebelah Barat  berbatasan  dengan: Jl. Rs.Fatmawati
Sebelah Timur  berbatasan dengan: ITC Fatmawati
Sebelah  Selatan berbatasan dengan: ITC Fatmawati

Perencanaan pembangunan pada tanah BRI tersebut akan melaksanakan kegiatan yang erat kaitannya dengan penyelidikan tapak pendahuluan meliputi  antara lain : 

1.Sumber daya.

Daya listrik yang tersedia untuk kebutuhan sampai dengan tahun 2005 diperkirakan mencapai 200.000 KVA.
Untuk air minum kapasitas pipa PDAM yang ada adalah 26,61 mm perdetik. Pada tahun 2003 kapasitasnya akan mencapai 291,61 mm perdetik. Fasilitas telephone yang tersedia adalah 3.500 satuan
sambungan (ss), sedangkan kebutuhan tahun 2003 akan mencapai 15.000 sst.

2.Survey awal. 

Team dari PT.LTF Indonesia yang personilnya terdiri dari ; Ir. M. Ardi Latief, Ir. Ied Rijantoro, Ir. Dewi Murni Pardede dan Uus Darusman, melakukan survey pendahuluan dan  mengadakan pengukuran secara global serta melaksanakan temu wicara dengan personil-personil yang berada disekitar lokasi, dalam rangka pengumpulan pengumpulan data data dan informasi informasi penting. Setelah survey awal ini dilakukan ,serta didapatnya data data kwalitatif, tahap selanjutnya adalah mencari informasi sebanyak banyaknya yang menyangkut aspek teknis, aspek hukum, perizinan , aspek pemasaran, aspek financial serta  dan gambaran umum wilayah studi. Mencari data dan informasi juga dilakukan di Dinas Tata Kota DKI Jakarta dan suku Dinas Tata kota di Kantor Walikota Wilayah Jakarta Selatan, guna mendapatkan informasi dan data untuk kebutuhan survey lebih lanjut.  Disamping itu team PT. LTF INDONESIA secara terpisah juga melakukan survey ke beberapa lokasi pembangunan proyek-proyek yang sejenis, sebagai bahan perbandingan rencana pembangunan tapak tanah baik yang sudah berjalan maupun yang sedang dalam tahap pembangunan proyek sekaligus dalam rangka mencari informasi tentang harga jual satuan unit kanto dan sejenisnya, adapun lokasi tersebut adalah : 
  • ITC Fatmawati di Jl. Fatmawati.
  • Kenari Mas di Jl. Kramat Raya
  • Darmawangsa Square di Jl. Darmawangsa IX . 
  • Kelapa Gading Trade Centre di Jl. Boulevard Barat Raya Kelapa Gading.
  • Mangga Dua Square di Jl. Gunung Sahari.
  • Town Square Cilandak di Jl. TB Simatupang.
(Data-data terlampir)

3.Survey dan klasifikasi tanah unifled dan sifat tanah.
4.Penyelidikan geologis termasuk Daya dukung tanah.
5.Ruang bebas untuk utylitas dan factor konversi.


IV.1.3.  Pertimbangan Lingkungan Pada Tapak

Dalam pemilihan tapak juga diperhatikan tentang lingkungan sekitarnya baik dalam tinjauan geografis, keadaan alam dan tinjauan dari segi geologi tanah, muka air tanah, ketinggian dari muka laut dan lain sebagainya.  Kota Jakarta pada umumnya  memiliki iklim tropis, dan dipengaruhi musim hujan dan kemarau, diharapkan mempertimbangkan kondisi dan iklim dalam pelaksanaan proyek nanti, teutama dalam pelaksanaan pembagunan Basement/ semi basement, yaitu pelaksanaan dewatering.
 
IV.1.4. Faktor yang mempengaruhi Orientasi

IV.4.1 . Kriteria Umum
Perencanaan telah memperhatikan kriteria umum bangunan yang disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan antara lain :

1.  Persyaratan Peruntukan dan Intensitas

a.Bangunan-bangunan yang didirikan telah berdasarkan ketentuan tata  ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di daerah yang bersangkutan.
b.Bangunan-bangunan dimanfaatkan sesuai fungsinya.
c. Keselamatan pengguna bangunan/masyarakat dan lingkungan.

2.   Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan

  1. Bangunan yang didirikan telah berdasarkan karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan dan budaya daerah, sehingga seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya ( fisik, sosial, dan budaya ).
  2. Tataruanghijau yang memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya.
  3. Bangunan dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

3.  Syarat Parkir/ Aliran Kendaraan  ( arah )

Syarat parkir yang dipakai standart DKI, sehingga pengunjung dapat dengan leluasa untuk memarkirkan kendaraannya. Demikian halnya
dengan aliran sirkulasi kendaraan diatur sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan banyak crossing/kemacetan.

4.  Persyaratan Instalasi Listrik, Penangkal Petir dan Komunikasi

  1. Instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam gedung sesuai dengan fungsinya.
  2. Keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari bahaya petir.
  3. Tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan sesuai fungsinya.

5.  Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan

  1. Tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam lokasi bangunan gedung sesuai dengan fungsinya.
  2. Kebersihan,kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni Fatmawati Square dan lingkungan.
  3. Upaya beroperanya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik.


6.   Persyaratan Ventilasi dan Pengkodisian Udara
  1. Kebutuhan udara yang cukup, baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya.
  2. Peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik.

7.   Persyaratan Pencahayaan

  1. Terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup, baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya.
  2. Upaya beroperasinya perlengkapan dan peralatan pencahayaan  secara baik.

8.Persyaratan Kebisingan dan Getaran

  1. Kehidupan yang nyaman dari gangguan suara dan getaran yang tidak diinginkan.
  2. Kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan yang menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan.

9.Persyaratan Struktur Bangunan 

  1. Bangunan dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia.
  2. Bangunan kokoh dari bahaya setlemen pondasi akibat sifat-sifat tanah.
  3. Keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan.
  4. Kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda  yang disebabkan oleh perilaku struktur.

10. Persyaratan Ketahanan  dari Kebakaran

  1. Bangunan  dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia.
  2. Bangunan yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara structural stabil selama kebakaran sehingga :

  • Cukup waktu  bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman.
  • Cukup waktu bagi pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api.
  • Dapat menghindari kerusakan pada property lainnya.

Faktor yang mempengaruhi orientasi dan Tata Letak Bangunan telah Sesuai dengan tapak serta orientasi bangunan dibuat menghadap ke area yang menguntungkan agar dapat dilihat dari semua sudut lingkungan sekitarnya.



 IV.4.2. Kriteria Khusus
Syarat-syarat khusus, spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan, baik fungsi khusus bangunan dan segi teknis lainnya antara lain adalah : 

  1. Telah dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang ada.
  2. Telah dikaitkan dengan kesatuan  perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitar, seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungngan.
  3. Solusi dan batasan-batasan kontekstual, seperti factor social budaya setempat, geografi kliminologi dan lainnya.


IV.1.5.  Rencana Bangunan “Fatmawati Square”

IV.1.5.1. KDB dan KLB  yang digunakan :

  • KDB :  60 %
  • KLB :  2,4
  • Ketinggian maximum bangunan : 4 Lt.
  • GSB sisi menghadap Jl. Fatmawati 10 m



IV.1.5.2. Persyaratan Bangunan
 
1.Sistem Blok .
 
Mengingat di sepanjang Jl. Fatmawati bangunan yang sudah berdiri masing-masing dibatasi dengan pagar pembatas, maka ini berlaku juga bagi bangunan pusat perdagangan dan bisnis di tanah milik BRI tetapi didalam lingkungan pusat bisnis yang akan dibangun diusahakan menggunakan sistem blok dimana antar blok bangunan dihubungkan dengan pedestrian, sehingga dalam perencanaan diusahakan adanya konsep kesatuan.

2.Ketinggian Bangunan .

Ketinggian bangunan sesuai dengan peraturan pemerintah untuk wilayah sepanjang Fatmawati adalah maksimal 4 lapis/lantai.

3.Parkir .

Perbandingan rasio untuk perhitungan parkir kendaraan di dalam kawasan adalah 1 : 50.

4.Retribusi

Mengenai besarnya retribusi yang harus dibayar untuk membuat Surat Ijin Mendirikan Bangunan , SIPPT (surat Izin Perubahan Peruntukan) dan perizinan perizanan lainnya perlu mendapat perhatian khusus , karena menyangkut biaya yang besar dan akan mempengaruhi nilai total investasi.

IV.1.5.3. Rincian Bangunan

1.Perhitungan Luas Bangunan dan Parkir

Standard kebutuhan luas bangunan total untuk pusat perdagangan / perniagaan ini berdasarkan usulan Team PT. LTF INDONESIAkurang lebih 20.170,96 M2 terdiri dari 2 blok bangunan yaitu bangunan utama (depan) semacam mall ukuran sedang terdiri dari 4 lantai dengan luas total bangunan 4.510,96 M2 dan bangunan/komplek Kanto 4 lantai sebanyak 75 unit  (bagian belakang) dengan luas total 15.660 M2. Team PT. LTF INDONESIAdalam memanfaatkan kebutuhan luasan ruang sengaja memaksimalkan   perhitungan luasan dengan tetap mengacu pada peraturan yang ada, mengingat sifat bengunannya adalah bisnis dimana setiap jengkal ruang diharapkan mempunyai nilai ekonomi / pemanfaatan maksimal lahan sebagai berikut :

  • Luas Lahan ± 9.715 M2
  • KDB = 60 %   Luas bangunan total yang direncanakan 20.170,96 M2, dengan luas total lantai dasar : bangunan main building (depan) 1.127,74 M2,  bangunan Ruko 4.218,75 M2 = 5.346,49 M2 sehingga didapat KDB = 55% (masih sesuai persyaratan). 
  • KLB =  2,4  Luas bangunan maksimal yang dapat dibangun adalah = 2,4 x luas lahan (9.715 M2) = 23.316 M2, perhitungan dari

  • Team PT. LTF INDONESIAadalah 20.170,96 M2 (masih sesuai dengan ketentuan).
  • Ketinggian Bangunan  4 lantai + 1 lt. Basement parkir.
  • Rasio perbandingan kebutuhan parkir adalah  setiap 1 : 50 yang berarti setiap 50 M2 lantai bangunan membutuhkan areal parkir untuk 1 mobil, atau = 20.170,96 M2 : 50 M2 = 403,4 mobil, sedangkan usulan team PT. LTF INDONESIA± 500 mobil dengan adanya parkir di Lt. Basement (melebihi target).

IV.1.5.4. Analisa Tapak

1.Terhadap Lingkungan.
 
Melihat posisi tanah BRI terhadap lingkungan kawasan sepanjang Jl. Fatmawati, lokasi tersebut memiliki nilai ekonomi cukup baik mengingat persis di sisi Selatan tapak bersebelahan dengan ITC Fatmawati yang sudah berkembang, tetapi diusahakan jenis kegiatan perdagangan yang direncanakan di lahan BRI tidak sama (bersaing) dengan ITC Fatmawati, usulan Team PT. LTF INDONESIA jenis kegiatan perdagangannya adalah perdagangan dengan jenis barang komoditi : bahan bangunan (material) dan penunjang bangunan (seperti AC, Pompa air, peralatan ME, dsb). Sedangkan dengan pusat-pusat perdagangan yang berada di sekitar Jl. Fatmawati dan sekitarnya masih dalam jarak radius yang wajar, sehingga diharapkan tidak mengganggu pasar yang direncanakan.
Sirkulasi
Mencakup pola sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki sesuai dengan rencana.

IV.1.5.5. Massa Bangunan dan Luasan

1.  Massa Bangunan :
 
Untuk pemilihan blok masa bangunan disesuaikan dengan bentuk tapak yang ada, dan optimalisasi space wadah kegiatan, sehingga akhirnya terbentuk masa bangunan seperti yang ada, yaitu 2 masa bangunan yang terdiri dari : bangunan induk / main building (di bagian depan) dan bangunan Kanto (bagian belakang). Disamping itu pola arus sirkulasi kendaraan & sirkulasi manusia juga dibuat mudah dan menghindari adanya titik-titik simpul persimpangan/cross, sehingga susunan penempatan blok masa bangunan dibuat sesimpel mungkin, yaitu dengan bentuk-bentuk persegi panjang.

2.  Luasan Bangunan :
 
Bangunan main building mempunyai luas maksimum yaitu 4.510,96 M2, dan bangunan Ruko  yaitu 15.660 M2, sedangkan luas area parkir mobil di lantai basement yang posisinya berada tepat di bawah area bangunan Kanto = 4.218,75 M2. Jumlah lantai bangunan utama 4 lantai, bangunan/kompleks pertokoan 4 lantai, parkir mobil di Basement           1 lantai.
Modul untuk 1 (satu) unit Kanto adalah 4,5 m x 12,5 m/lantai (khusus untuk lantai dasar ada selasar selebar 1,2 m sehingga panjang Kanto di lantai dasar menjadi 11,3 m. Sedangkan modul / grid (jarak antar kolom struktur) pada bangunan utama (main building) adalah 4,8 m, pada bangunan utama. 

3.Bentuk / Gaya Arsitektur Bangunan.
 
Team PT. LTF INDONESIA sengaja memilih konsep bentuk bangunan ke arah klasik dengan sedikit dipadu dengan bentuk modern agar dapat mengikuti perkembangan zaman, untuk itu kedua aliran itu coba untuk dipadukan sehingga terkesan selaras dan serasi. Pemilihan disain klasik dimaksudkan karena dapat lebih bertahan terhadap perubahan zaman, karena lebih cenderung bersifat abadi, sebagaimana contoh bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda yang sampai sekarang masih terlihat anggun dan kokoh. Khusus untuk finishing material dipilih/menggunakan produk-produk yang ada dipasaran saat ini, sehingga kesan klasik tidak seratus persen seperti aslinya. Untuk lebih memberi kesan mewah dan wah sengaja unsur-unsur ornamen banyak ditonjolkan dan mendominasi tampak luar bangunan. Untuk bentuk bangunan sengaja dibuat memberikan ciri khusus yaitu dengan adanya bentuk yang membulat di sudut depan dan dipertegas dengan aksen atap yang meninggi (tower) sehingga mudah dikenal ini dimaksudkan sebagai aksen dari komplek pusat perdagangan ini. Untuk pemilihan warna finishing dipilih warna-warna cerah namun
tidak terlalu kuat (lembut), sehingga kesan klasik dan anggun tetap tercermin. Untuk bangunan Kanto dipilih warna –warna yang agak teduh supaya kesan klasik tetap terjaga, dipadu dengan penggunaan unsur ornamen seperti logam cor untuk railing pagar teras.

IV.1.6.Tata Ruang Dalam / Interior
 
Pada prinsipnya penataan interior tidak berbeda jauh dengan eksterior khususnya pada bangunan induk yaitu tetap mengacu pada unsur klasik dipadu dengan unsur-unsur modern. Hal ini terdapat misalnya pada pola lantai, finishing kolom, penggunaan ornamen lampu, dsb.

IV.1.7.  Penataan Ruang Luar / Penghijauan.
 
Dalam penataan ruang luar yang diterjemahkan dengan adanya penghijauan dan taman dengan  memanfaatkan ruang-ruang terbuka yang terbebas dari aktivitas manusia, akan lebih diabaikan /ditekankan keberadaannya karena dapat memberi nilai tambah bagi keberadaan bangunan disamping manfaat langsung seperti sebagai peredam suara, keasrian dan keteduhan.

IV.1.8. Estimasi Biaya.
 
Berdasarkan usulan-usulan tersebut di atas akan disusun estimasi biaya yang akan dibahas dalam dalam bab tersendiri dengan tetap berpedoman dengan standard dari SK. Dirjen Cipta Karya (lihat lampiran).
 
 
IV. 2. PELAKSANAAN PROYEK.
 
 
Pelaksanaan yang akan dilakukan pada proyek ini , yang meliputi teknis pelaksanaan, schedule kerja, man power, mutu/kwalitas dan waktu pelaksanaan dan pelaksana proyek.
 
IV.2.1 Teknis Pelaksanaan.
 
Adapun teknis pelaksanaan tersebut meliputi sbb:
 
1. Seluruh konstruksi Kanto
 
seluas 15.660 m2, sedangkan Mall seluas 4.511 m2 menggunakan beton bertulang (dapat dilihat Table IV.1. & Tabel IV.2).
 
 
 
 
 
  
2.Land Clearing dan Cut and Fill.

Pembersihan semak semak dan belukar dan berbagai macam jenis pepohonan, dan pembongkaran bangunan lama , termasuk juga pemindahan gardu PLN yang lama ke lokasi yang baru. Dari kondisi lapangan dan contour/topografi, diperlukan penanganan dan biaya yang tidak sedikit. memerlukan cut and fill yang cukup besar, dengan mempergunakan alat berat /besar , seperti buldozer, loader / excavator, dump truck untuk mengangkut tanah, compactor untuk pemadatan tanah, serta tes tes laboratorium tanah. 

Faktor faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Land clearing adalah sebagai berikut :
 
-Popoh-pohonannya
Disini perlu diteliti tentang kepadatan, ukuran pohon,kekerasan kayu,sistem akarnya, pertumbuhan tanaman bawah (tanaman merambat).
-Daya dukung tanah:
Untuk ini, hal hal yang perlu diteliti adalah tebal top soil, jenis tanah, kadar air, dan persentase batuan.
-Topographi.
Untuk hal yang perlu diteliti adalah kelandaian tanah, bentuk permukaan (berbukit, datar atau rawa).
-Curah hujan dan Iklim.
Hal ini sangat penting untuk diketahui karena akan meyangkut hari kerja dan kerja alat dimana akibat hujan yang tinggi maka kemungkinan tanah berlumpur dan lain sebagainya.
-Tujuan penggunaan tanah dan spesifikasi pekerjaan.
Untuk tujuan yang berbeda maka cara dan pelaksanaannyapun berbeda, apakah akar dalam tanah perlu dibuang, apakah top soil perlu dibuang atau justru dipertahankan dan sebagainya. Hal ini sangat penting dalam land clearing dalam penentuan jenis equipment dan cara cara pelaksanaannya.

3.Basement.
 
Pelasanaan pekerjaan basement yang kurang lebih dapat menampung 400 kendaraan, dengan konstruksi beton bertulang, dinding penahan tanah (Retaining Wall/ shear wall)  dari beton bertulang.

4.Jalan dan perkerasan,
menggunakan lapisan aus hotmix, dengan struktur perkuatan bawah lantai dasar adalah beton bertulang, tebal 4 cm – 5cm. 

5.Saluran.
 
Merupakan hal yang terpenting , untuk itu dilakukan berupa saluran beton tertutup (saluran primer) dan saluran pembagi (saluran tertier). Sehingga air pembuangan disalurkan melalui saluran tersebut dapat diteruskan ke saluran  riol kota, serta termasuk pula pembuatan sumur resapan.

6.Jaringan Listrik.
 
Jaringan listrik merupakan urat nadinya proyek tersebut, yang dapat dilakukan disini adalah membuat gardu tersendiri, termasuk pemindahan gardu PLN ke lokasi basement . Untuk sambungan kabel ke Kanto kanto baru dapat dilakukan setelah pekerjaan fisik tersebut selesai dilakukan.

7.Jaringan Air minum.
 
Jaringan air minum diambil dari sumber sumur bor dalam (deep well) dan PDAM, dengan mengunakan ground tank, dan diditribusikan ke Kanto Kanto/ Mall.

8.Fasilitas Sosial dan Umum.
 
-Tempat berhenti transportasi umum dibutuhkan 
-Tempat penimbunan sampah dibutuhkan.
 -Telpon umum, gardu dan pos keamanan dll.
 
 
IV.2.2.Schedule Kerja.

Schedule kerja konstruksi fisik bangunan yaitu selama 1 tahun , atau mengikuti cash flow proyek yang sudah ditetapkan . Untuk penyelesaian pekerjaan tepat waktu , diperlukan Master Schedule yang betul betul matang termasuk schedule schedule lainnya yaitu 
 
  • Schedule Material yaitu schedule yang menyangkut tahap tahap pengiriman material disesuaikan dengan schedule pelaksanaan dan cash flow proyek bersangkutan.
  • Schedule Peralatan yaitu schedule yang menyangkut tahap demi tahap penggunaan peralatan yang digunakan pada proyek tersebut. Terutama yang dominan disini adalah pengaturan penggunaan peralatan pada Land Clearing dan Cut-Fill.
  • Schedule schedule detail yang lainnya sesuai kebutuhan , misalnya pengaturan  blok mana yang lebih didahulukan, atau pengaturan jalan masuk proyek dan lain sebagainya.
IV.2.3.Spesifikasi teknis bahan bangunan/ fasilitas.

Merupakan yang terpenting terhadap nilai jual Kanto dan kios . Dalam hal ini dibuat suatu spesifikasi teknis sebagai berikut :


1.Kanto (Kantor Toko), luas lantai 208, 8 m2/ unit.

  • -Pondasi menggunakan tiang pancang.
  • -Struktur Rangka seluruhnya beton bertulang.
  • -Pasangan dinding bata ½ bata diplester, aci, cat tembok
  • -Kusen  terdiri dari Aluminium dan  kaca rayben.
  • -Atap sebagian dak beton bertulang, sebagian atap genteng variasi.
  • -Plafond menggunakan gysum.
  • -Lantai menggunakan keramik 40x40 .
  • -Lantai dan dinding keramik di KM /WC, Bak Mandi,Closet jongkok TOTO.
  • -Listrik  tiap Kanto 6.600. watt.
  • -Air minum PAM/ Sumur.
  • -Jalan Aspal, saluran depan tertutup dan selasar.
  • -Basement, kapasitas  400 lot dan parkir luar/ permukaan  100 lot.

2.Mall/Pusat Perdagangan (Luas total  4.511 m2).

  • -Pondasi menggunakan tiang pancang.
  • -Rangka struktur beton bertulang.
  • -Pasangan dinding bata ½ bata diplester,  aci, cat tembok.
  • -Kusen terdiri dari Aluminium, kaca rayben.
  • -Atap sebagian dak beton bertulang, sebagian atap genteng variasi.
  • -Plafond menggunakan gypsum.
  • -Lantai menggunakan granito tile.
  • -Lantai dan dinding keramik 20x20 di KM /WC , Closet jongkok TOTO, dan urinoir, banyak toilet  sebanyak 2 unit (pria&wanita) setiap lantai.
  • -Listrik sebesar  1300 watt setiap Kios/ tenant.
  • -Sistem Keamanan, adanya pos keamanan dan satpam.
  • -Sistem penanganan kebakaran yaitu splinker dan smoke detector, hydrant dan Fire Extinguiser.
  • -Ruangan  seluruhnya mengunakan AC.

IV.2.4.Pelaksana Proyek (Man Power).

  • -Konsultan perencana, yang melaksanakan perencanaan design arsitektur, struktur dan Mekanikal Elekrikal.
  • -Konsultan pengawas, yang melaksanakan pengawasan jalannya pembangunan proyek.
  • -Kontraktor Pelaksana (Main Kontraktor), yang bertanggung jawab terhadap seluruh jalanya pembangunan konstruksi.
  • -PT. LTF Indonesia sebagai owner, hanya Manajemen Proyek, yang bertanggung jawab memenej seluruh pelaksanaan pembangunan , dan mengkoordinir seluruh jajaran Konsultan Perencana, Pengawas dan Main Kontraktor. 

 


 

 

PT. LTF Indonesia

Pilihan Bahasa