HOME   > REFERENSI  > -Studi Kelayakan Proyek Bangunan Komersil >    -BAB 6 - Aspek Manajerial

 
 

   -BAB 6 - Aspek Manajerial

 



Proyek tidak dapat beroperasi dengan berhasil tanpa dukungan manajemen yang kapabel, bermotivasi dan berdedikasi. Oleh karena itu seperti halnya dengan aspek yang lainnya, manajemen operasi proyek harus diteliti jauh jauh sebelumnya. Sebelum keputusan investasi diambil harus ada gambaran terlebih dahulu tenaga manajemen apa, dalam berapa diperlukan untuk mengelola proyek yang direncanakan. 

 
VI.1 BENTUK MANAGEMENT OPERATIONAL PROYEK
 
Untuk pelaksanaan pembangunan proyek ini konsep yang dipakai adalah kerjasama bagi hasil (profit sharing). PT.LTFI sebagai pengelola sedangkan PT.BRI (persero) sebagai pemilik lahan. Sedangkan untuk bidang pemasarannya, masih perlu dilakukan kerjasama dengan agency properti  atau broker properti lainnya. Tenaga / SDM dibidang pemasaran di PT. LTFI masih belum memadahi untuk dapat melaksanakan pekerjaan tersebut.
 
Langkah yang akan dilaksanakan untuk  dapat membentuk management operasional proyek tersebut adalah sebagai berikut :
 
a. Pengurusan  ijin semua dilakukan oleh PT.LTFI , termasuk SIPPT, IMB, IPB dan perijinan
        lainnya.
b. Membentuk struktur organisasi proyek dengan mengikutsertakan personil dari PT.LTFI
        dan BRI. 
c. PT.LTFI melaksanakan menejemen pembangunan (menejemen konstruksi), termasuk
        penentuan  kontraktor , konsultan perencana dan konsultan pengawas. 
d. Proses penerbitan sertifikat dilaksanakan dan diatas namakan PT.BRI dengan cara Hak
        Sewa Pakai, dengan cara pre sale strata  tiitle 25 tahun.
e. Bentuk perjanjian lainnya dapat diatur dalam bentuk MOU, dan perjanjian tambahan
        lainnya.
 
VI.2 MEKANISME   PROYEK.
 
VI.2.1 MEKANISME PELAKSANAAN PROYEK.
 
- Pelaksanaan proyek atau perencanaan proyek dilakukan secara konprehensif   dengan
        melibatkan semua bagian yang terkait.
- Evaluasi pelaksanaan proyek dijalankan dengan pertemuan rutin yaitu mingguan,
        setengah bulanan dan triwulan.
- Pertemuan mingguan melibatkan semua aspek opertional,proyek/teknik, marketing,
        keuangan dan perijinan yaitu mengevaluasi pelaksanaan program kerja per minggu ke
        belakang dan ke depan serta perencanaan bulanan.
- Pertemuan ½ bulanan melibatkan semua manager, pimpinan bagian dan direksi,
        membicarakan evaluasi 1 bulan ke belakang dan ke depan.
- Pertemuan triwulan, melibatkan direksi pusat membicarakan evaluasi proyek secara
        menyeluruh untukmengetahui perkembangan proyek.
 
VI.2.2 MEKANISME PELAPORAN.
 
A. Laporan keuangan.
- Laporan Kas/Bank harian, digunakan untuk keperluan intern proyek untuk mengetahui posisi Kas dan Bank pada saat itu.
- Laporan Bulanan.
- Evaluasi dan proyeksi cash flow 1 bulan ke depan.
- Laporan Neraca.
- Rugi Laba.
- Laporan penerimaan dan penggunaan dana
- Monitoring cash flow yang sedang berjalan.
 
B. Laporan marketing.
- Laporan Penjualan
- Laporan Booking Fee yang masuk
- Laporan Uang Muka yang masuk
- Daftar Konsumen.
- Laporan lainnya.
 
C. Laporan Proyek.
- Progress perkembangan proyek.
 - Rencana schedule pelaksanaan bulan ke depan.
 - Laporan harian proyek.
 - Laporan Mingguan Proyek.
 - Laporan Bulanan proyek
 - Monitoring proyek dari awal sampai dengan akhir
 - Laporan pemasukan dan pengeluaran material
 
 
VI .3 STRUKTUR  ORGANISASI PROYEK.
 
 
 
 
 
 
VI.4 JOB DESCRIPTION
 
A. Dewan Direksi.
 
a. Direksi Utama.
- Bertanggung jawab mengenai semua masalah yang ada didalam lingkungan
        perusahaan dan kerjasama proyek.
- Berhubungan dengan pihak luar perusahaan baik dari pemerintah, pihak bank maupun
        pihak perusahaan lain.
- Menandatangani dan membuat perjajian perjanjian dengan pihak lain diluar perusahaan.
- Menandatangani dokumen dokumen untuk aspek legalitas  intern perusahaan.
 
b. Direktur.
- Bertanggung jawab mengenai semua masalah yang ada didalam lingkungan
        perusahaan.
- Bersama sama Direktur utama ikut serta dalam operational perusahaan, baik dengan
        pihak intern perusahaan maupun pihak luar perusahaan.
- Menetapkan kebijaksanaan perusahaan secara menyeluruh.
- Menetapkan tugas dan tanggung jawab dan mengevaluasi masing masing bagian.
 
 
B. General Manager
- Menangani seluruh aspek kegiatan operational perusahaan, meliputi proses produksi,
        keuangan, marketing, perijinan dan sumber daya manusia.
- Penyusun anggaran atau budgeting perusahaan (cash flow) dan evaluasi terhadap
        cash flow yang dibuat.
- Bertanggung jawab atas hasil atau kwalitas produksi yang dihasilkan oleh perusahaan.
 
C. Manager Keuangan.
- Bertanggung jawab atas segala kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan
        keuangan.
- Membuat cash flow perusahaan dan menjaga cash flow perusahaan agar penerimaan
        maupun pengeluaran perusahaan tetap konsisten dengan cash flow yang telah dibuat.
- Bertanggung jawab atas pemasukan dan pengeluaran dana yaitu dengan memberikan
        persetujuan setiap pengeluaran dan pemasukan dana yang dilakukan oleh perusahaan.
- Bertanggung jawab atas laporan keuangan bulanan.
 
D. Akutansi
- Membuat laporan keuangan bulanan.
- Membuat laporan pajak bulanan.
- Menghitung nilai penyusutan aktiva tetap.
 
E. Kasir/Administrasi Keuangan.
- Mencatat semua transaksi masuk dan membuat bukti penerimaan baik kas maupun bank.
- Mencatat semua transaksi keluar dan membuat bukti pengeluaran baik kas maupun
        bank.
- Membuat laporan harian kas dan bank.
- Menyiapkan pembayaran atas tagihan yang telah jatuh tempo.
- Meminta persetujuan direksi dan manager terhadap pembayaran atas tagihan dan
        penerimaan.
 
F. Manager Pembangunan/ Site Manager.
- Bertanggung jawab terhadap segala kegiatan di lapangan /proyek.
- Membuat schedule kegiatan proyek yang terencana dan sistematis.
- Membuat laporan bulanan kemajuan kegiatan proyek.
- Memberikan persetujuan penerimaan dana dan pengeluaran dana proyek.
- Menandatangani persetujuan hasil opname prestasi pekerjaan kontraktor.
 
G. Staff Pembangunan/ Administrasi Proyek.
- Menyusun laporan mingguan, bulanan kegiatan proyek.
- Mengatur dokumentasi proyek.
- Mengatur dan menyusun surat surat masuk dan keluar yang berhubungan dengan
        proyek.
- Mempersiapkan draf SPK, legalitas dll.
 
 
H. Staff Pembangunan/ Pengawas lapangan.
- Mengawasi jalannya kegiatan pembangunan proyek agar sesuai dengan perencanaan
        /bestek.
- Membuat laporan mingguan , bulanan kegiatan proyek.
- Membuat opname prestasi kegiatan pembangunan proyek.
 
I. Staff Pembangunan/Estimator.
- Menghitung Rencana Anggaran Belanja (RAB) maupun Rencana Anggaran
        Pelaksanaan (RAP) proyek.
- Membuat perhitungan perencanaan teknis proyek.
- Membuat gambar perencanaan.
 
J. Staff Perencanaan.
- Merencanakan land clearing, cut and fill lahan yang akan digunakan.
- Merencanakan kebutuhan akan alat berat, operasi dll.
- Merencanakan site plan dan block plan.
- Merencanakan perletakan jalan, saluran, jaringan listrik, air dll.
- Merencanakan kebutuhan fasilitas umum, termasuk PPAT.
- Merencanakan tes tes laboratorium.
 
K. Marketing Manager.
- Bertanggung jawab kepada Direksi atas kegiatan departemen pemasaran .
- Membuat program pemasaran dan promosi.
- Bertanggung jawab atas kegiatan pemasaran dan promosi.
- Membuat laporan pemasaran mingguan, bulanan dan triwulanan.
- Melakukan rekruitment staf pemasaran.
- Melakukan evaluasi terhadap agen dan sales pemasaran.
 
 
L. Staff Promosi/ Administrasi Marketing.
- Membuat perjanjian jual beli rumah antara perusahaan dengan konsumen.
- Membuat konsumen dalam pengajuan KPR ke Bank.
- Melakukan Peng-arsipan dan Pembuatan surat menyurat pemasaran.
- Membantu sales dalam penjualan dan hal hal yang bersifat administratif.
 
M. Staff Pemasaran/ Sales.
- Melakukan kegiatan pemasaran baik di kantor pemasaran proyek maupun diluar.
- Melakukan Canvassing untuk mencari konsumen.
- Melakukan follow up atas konsumen yang potensial sampai dengan closing.
- Menerima booking fee dan menginformasikan ke kantor pusat.
- Melakukan penagihan angsuran hingga lunas.
- Membantu konsumen dalam pengurusan KPR dan lain lain.
 

 

 

 

PT. LTF Indonesia

Pilihan Bahasa